Hepatitis A Menyebar di Depok, Jakarta Diingatkan Waspada

Karena penularannya virus Hepatitis A di Depok yang begitu cepat, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono menilai beberapa kota di sekitarnya termasuk Jakarta pun harus turut waspada.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  08:25 WIB
Hepatitis A Menyebar di Depok, Jakarta Diingatkan Waspada
Virus hepatitis A - webmd

Bisnis.com, JAKARTA - Karena penularan virus Hepatitis A di Depok yang begitu cepat, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono menilai beberapa kota di sekitarnya termasuk Jakarta pun harus turut waspada. 

Hingga saat ini, Anung mengungkap, terdapat total 262 kasus teridentifikasi virus Hepatitis A yang bersumber dari SMPN 20 Depok, Jawa Barat.

Disebutkan 22 pasien di antaranya sudah menjalani rawat inap dalam kurun waktu tertentu namun sudah diizinkan untuk kembali ke rumah untuk menjalani masa inkubasi.

Dia mengimbau kepada warga Depok dan beberapa kota di sekitarnya untuk mulai berhati-hati atas penyebaran kasus ini, dan memulainya dengan langkah-langkah antisipatif.

"Kami sebenarnya sudah membuat edaran kepada daerah-daerah bukan hanya di Depok tapi juga sekitarnya Bandung, Bekasi, Tangerang Selatan dan Jakarta untuk melakukan langkah-langkah antisipatif," tutur Anung saat ditemui di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan pada Rabu (4/12/2019). 

"Aspeknya kepada masyarakat didorong kepada perilaku hidup bersih dan sehat, kepada fasilitas pelayanan kesehatan apabila menemukan gejala dan tanda yang mengarah ke hepatitis dan memastikan melalui uji laboratorium dapat melaporkan 1 x 24 jam agar bisa dilakukan mitigasi atau pengurangan risiko," lanjutnya.

Ketua PB Peneliti Perhimpunan Hati Indonesia, Irsan Hasan pun menambahkan hepatitis A sebenarnya tidak berpeluang menimbulkan penyakit kronis dan bisa hilang dengan sendirinya melalui beristirahat. 

"Hepatitis A tidak akan berubah menjadi sirosis, kanker atau sebagainya karena memang tidak kronik dan sebagian besar sembuh rata-rata 2 minggu hingga 3 bulan," ungkap Irsan.

"Tidak ada antivirus dan tidak perlu antibiotik, obatnya istirahat. Nah biasanya yang terkena virus ini akan mual tapi kalau (pasien) kuat semua boleh dimakan," tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hepatitis, kemenkes

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top