Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Arisan Bukan Investasi

Kini sebagian perempuan menjadikan arisan sebagai bagian dari gaya hidup, ajang bersosialisasi dan juga investasi. Namun benarkan arisan bisa menjadi ajang investasi?
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 08 Desember 2019  |  07:06 WIB
Arisan - twitter.com
Arisan - twitter.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kini sebagian perempuan menjadikan arisan sebagai bagian dari gaya hidup, ajang bersosialisasi dan juga investasi. Namun benarkan arisan bisa menjadi ajang investasi?

Arisan mewajibkan peserta untuk menyetor sejumlah uang setiap bulan, lalu diundi pemenangnya. Kegiatan ini dipandang sebagian kalangan sebagai bentuk investasi.

Krizia Maulana, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengatakan bahwa arisan bukanlah investasi. Kendati begitu, sebagian orang menganggap arisan adalah bentuk investasi. Bisa jadi karena orang yang ikut arisan harus menyetorkan sejumlah uang setiap bulannya secara rutin.
 
"Arisan dan investasi adalah dua hal yang berbeda. Sebetulnya arisan lebih cocok dikategorikan dalam konsep menabung. Ini karena kita harus menyisihkan sejumlah uang ke dalam dana bersama yang akan diundi secara rutin," ungkapnya, Jumat (6/12/2019).

Arisan tidak dianggap sebagai investasi karena dana yang disetor tidak mengalami pertambahan nilai atau tidak menerima imbal hasil. Dana kita hanya terakumulasi dengan dana dari rekan-rekan di dalam satu komunitas arisan.
 
Kondisi tersebut berbeda dengan investasi. Investasi adalah proses menyisihkan uang untuk membeli sebuah aset dengan tujuan aset tersebut dapat menghasilkan pendapatan atau mengalami pertambahan nilai dalam jangka panjang, dan dengan harapan tingkat pengembalian hasil berada di atas tingkat inflasi.

Tentunya, instrumen investasi juga beragam, seperti properti, emas, atau investasi di pasar modal seperti reksa dana.
 
Di sisi lain, arisan sebenarnya memiliki manfaat yang baik, karena bisa menjadi ajang bersosialisasi, sekaligus juga dapat “memaksa” orang untuk menyisihkan sebagian uangnya secara rutin.

Namun perlu diingat, arisan bukanlah kebutuhan utama. Prioritaskan apa yang memang menjadi kebutuhan utama. Oleh karena itu, uang arisan sebaiknya jangan berlebihan, sesuaikan dengan kondisi keuangan.
 
Terkadang, jumlah uang arisan tidak sedikit. Maka diperlukan kehati-hatian dalam memilih komunitas arisan. Pilihlah komunitas arisan yang benar-benar dikenal agar tidak tertipu. Sebab, zaman sekarang, banyak sekali penipuan berkedok arisan.
 
Dia menyarankan khususnya kepada ibu-ibu untuk melakukan investasi dahulu, lalu arisan kemudian. caranya, dengan mulai menabung reksa dana senilai Rp10.000.

"Ingat rumus utama, penghasilan saat ini - gaya hidup = masa depan. Dengan penghasilan yang dimiliki saat ini, jika sebagian besar kita gunakan untuk memenuhi gaya hidup, maka hanya sedikit yang bisa disisihkan untuk digunakan di masa depan."
 
Jika kita sudah memahami pentingnya perencanaan keuangan sejak dini, maka prioritas utama adalah mengutamakan investasi untuk pemenuhan beragam kebutuhan di masa depan.

Dia menyarankan, bila ada uang berlebih, maka arisan bisa ikut. Kelak, bila sudah mendapat giliran arisan maka hasilnya bisa diinvestasikan di reksa dana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arisan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top