Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makan Dark Cokelat Bisa Tekan Risiko Depresi

Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Depression & Anxiety menunjukkan bahwa makan cokelat hitam atau dark chocolate dapat menurunkan risiko depresi.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 08 Januari 2020  |  14:37 WIB
Makan Dark Cokelat Bisa Tekan Risiko Depresi
Cokelat hitam - guardian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Depression & Anxiety menunjukkan bahwa makan cokelat hitam atau dark chocolate dapat menurunkan risiko depresi.

Sebuah survei cross-sectional yang dilakukan pada 13.626 orang dewasa menemukan bahwa setelah makan dark chocolate, orang mengalami gejala depresi yang lebih sedikit.

Orang yang makan dark chocolate dalam 24 jam terakhir memiliki kemungkinan 70% lebih rendah untuk mengalami depresi. Gejala depresi diukur dengan menggunakan skor Kuesioner Kesehatan Pasien (PHQ-9).

Orang-orang mengalami lebih sedikit depresi bahkan dengan sedikit dark chocolate serendah 12 gram sehari (sebatang cokelat ukuran rata-rata adalah 43 gram). Secara keseluruhan, 11,1% melaporkan bahwa mereka makan cokelat, tetapi hanya 1,4% melaporkan makan dark chocolate. Dark chocolate didefinisikan sebagai cokelat dengan mengandung setidaknya 45% kakao.

Cokelat susu tidak memiliki efek yang sama. Mengidam cokelat umum terjadi pada depresi. Satu studi menemukan bahwa hampir setengah (45%) orang dengan depresi menyampaikan keinginan untuk makan cokelat.

Alasannya, karena cokelat mengandung banyak bahan kimia alami seperti flavanol, kafein, dan theobromin yang dapat membantu menjelaskan bagaimana cokelat meningkatkan suasana hati seseorang.

Orang yang memiliki gaya hidup lebih sehat cenderung memilih cokelat hitam.

Orang dengan masalah kesehatan yang berkaitan dengan gula, seperti diabetes tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Setelah mengendalikan faktor-faktor ini, dark chocolate tetap dikaitkan dengan risiko depresi yang lebih rendah. Studi ini tidak membuktikan sebab-akibat, tetapi memberi bobot pada manfaat potensial dari dark chocolate,  setidaknya lebih dari milk chocolate  untuk depresi.

Pertimbangan lain tentang dark chocolate yakni dapat memicu migrain atau menyebabkan insomnia. Juga, jika seseorang mengonsumsi bubuk kakao mentah, penting untuk memeriksa merek bubuk kakao karena banyak diketahui mengandung kadar logam berat beracun yang lebih tinggi seperti kadmium.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cokelat

Sumber : psychology today

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top