Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Film Dokumenter Nyanyian Akar Rumput Akan Tayang di 15 Bioskop

Setelah menuai banyak penghargaan di berbagai festival baik lokal maupun internasional, film dokumenter Nyanyian Akar Rumput akan tayang di bioskop pada 16 Januari 2020.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  08:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah menuai banyak penghargaan di berbagai festival baik lokal maupun internasional, film dokumenter Nyanyian Akar Rumput akan tayang di bioskop pada 16 Januari 2020.

Nyanyian Akar Rumput (2018), yang mengambil judul dari salah satu puisi Wiji Thukul, pertama kali dirilis pada 2018. Film peraih Piala Citra untuk kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik Festival Film Film Indonesia 2018 ini bercerita tentang Fajar Merah, anak bungsu Wiji Thukul, aktivis yang hilang menjelang reformasi 1998.

Yuda Kurniawan, sutradara film, mengatakan bahwa dokumenter tersebut akan tayang di 15 bioskop di seluruh Indonesia, yakni di jaringan bioskop XXI dan CGV. Dengan diangkatnya film ini ke layar lebar, Yuda berharap, publik dapat mengetahui lebih dalam permasalahan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, salah satunya melalui cerita keluarga Wiji Thukul.

"Terlepas dari itu, karena film ini juga membahas tentang musik dari Fajar Merah, saya berharap film ini juga mampu menarik minat para anak muda," ujar Yuda dalam konferensi pers di Kantor Amnesty Internasional Indonesia, Menteng, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid, Ketua Umum Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) Wanmayetty, dan Nezar Patria yang menjadi salah satu korban penghilangan paksa pada 1998. 

Usman Hamid menyampaikan bahwa film ini menjadi pengingat sekaligus penagih janji kepada Presiden Joko Widodo. Sebab, pada masa Pilpres 2014, Jokowi pernah berujar bahwa Wiji Thukul harus ditemukan dalam kondisi apa pun. 

"Presiden harus menjadi sebagaimana presiden, yaitu kalau berjanji harus ditepati. Jadi, saya kira, karya ini menjadi pengingat janji tersebut," tutur Hamid. 

Di sisi lain, lanjutnya, waktu peluncuran film ini sangat tepat karena beberapa waktu lalu, Menkopolhukam Mahfud MD, menyatakan niat pemerintah untuk menyelesaikan pelanggaran HAM di masa lalu. Wacana itu pun dinilai Hamid dapat menjadi medium bagi Presiden Jokowi untuk segera menuntaskan janjinya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top