Lupa Beli Rumah, Milenial Ternyata Juga Habiskan Uang untuk Tanaman

Beberapa penelitian berulangkali menyebutkan kalau milenial lupa atau tidak tertarik membeli rumah, dan sebagai gantinya menyewa apartemen atau rumah kontrakan untuk tempatnya tinggal.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  16:40 WIB
Lupa Beli Rumah, Milenial Ternyata Juga Habiskan Uang untuk Tanaman
Tanaman hijau kurangi stres di kantor - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa penelitian berulangkali menyebutkan kalau milenial lupa atau tidak tertarik membeli rumah, dan sebagai gantinya menyewa apartemen atau rumah kontrakan untuk tempatnya tinggal.

Dampak dari meningkatnya angka milenial yang menyewa properti ini adalah tingginya angka dekorasi rumah agar terlihat lebih instagramble. Untuk mencapai keinginannya ini, banyak milenial yang akhirnya menghabiskan uangnya untuk merenovasi bagian dalam huniannya dan menambahkan elemen kecil seperti tanaman.

“Kami melihat banyak orang membeli tanaman sebelum membeli rumahnya sendiri,” ujar Justin Mast, founder Bloomspace, layanan pengantar tanaman yang dirilis pada tahun 2017 lalu dikutip dari Money.

Dikutip dari laporan National Gardening Association 2019, milenial menyumbang US$48 miliar atau Rp657 miliar untuk produk perkebunan yakni tanaman baik sintetis maupun alami pada tahun 2018, meskipun mereka memiliki pendapatan rumah tangga yang lebih rendah daripada generasi yang lebih tua.

Sehingga, layanan pesan antar tanaman seperti Bloomscape, the Sill, Rooted dan lain sebagainya semakin menjamur di Amerika. Apalagi tagar seperti #urbanjungle #plantparenthood #succulentsunday menjadi tren di media sosial saat ini.

Sementara itu, dikutip dari penelitian oleh Urban Institute, persentase kepemilikan rumah oleh milenial hanya menyentuh angka 37 persen pada tahun 2015. 8 persen lebih rendah dibanding dengan angka kepemilikan rumah oleh Gen X di usia yang sama.

Milenial, khususnya wanita, disebutkan bersedia merogoh kocek lebih dalam untuk tanaman karena mereka merasa memiliki tumbuhan hijau penting bagi kesehatan jiwa dan raga. Terutama bagi mereka yang bekerja berjam-jam di kota besar, memiliki tanaman di dalam rumah akan membuat pikiran menjadi lebih segar.

“Pertumbuhan pembelian tanaman bermuara pada kesehatan dan kesejahteraan, tren desain interior media sosial dan keinginan untuk lebih dekat dengan alam,” pungkas Kay Kim, salah satu pendiri Rooted, layanan pengiriman tanaman yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanaman hias, generasi milenial

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top