Bangkitnya Gerakan #MeToo, Sutradara Prancis Ditahan atas Tuduhan Pelecehan

Menurut dugaan Haenel yang diutarakan dalam sebuah pemberitaan di media Prancis pada November tahun lalu, dia pertama kali dilecehkan saat berusia 12 tahun dan berlanjut sampai Haenel berumur 15 tahun. Sementara itu, Jean-Pierre Versini-Campinchi, pengacara Ruggia, mengatakan bahwa sutradara itu membantah dugaan tersebut.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  04:04 WIB
Bangkitnya Gerakan #MeToo, Sutradara Prancis Ditahan atas Tuduhan Pelecehan
Ilustrasi pelecehan seksual. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sutradara asal Prancis, Christophe Ruggia, ditahan atas tuduhan pelecehan seksual terhadap gadis remaja saat pembuatan film pada dua dekade lalu. Kasus ini pun menjadi tanda kebangkitan gerakan #MeToo yang sebelumnya menggegerkan industri Hollywood. 

Dilansir dari Reuters, Selasa (14/1/2020), Ruggia ditahan karena telah melecehkan aktris Adele Haenel, yang saat ini berusia 31 tahun. Haenel menuduh Ruggia telah menyerang dan melecehkannya antara 2001 dan 2004, setelah berperan dalam film Les Diables.

Menurut dugaan Haenel yang diutarakan dalam sebuah pemberitaan di media Prancis pada November tahun lalu, dia pertama kali dilecehkan saat berusia 12 tahun dan berlanjut sampai Haenel berumur 15 tahun. Sementara itu, Jean-Pierre Versini-Campinchi, pengacara Ruggia, mengatakan bahwa sutradara itu membantah dugaan tersebut. 

Alhasil, kantor Kejaksaan Paris pada November membuka penyelidikan awal terkait dengan Serangan Seksual terhadap Anak di Bawah 15 Tahun oleh Orang Berwenang kepada Ruggia. 

Penangkapan Ruggia baru terlaksana ketika jaksa Prancis membuka penyelidikan atas tuduhan pemerkosaan terhadap anak yang akhirnya membuat keterkejutan di lingkaran kebudayaan Prancis.

Di sisi lain, dalam sebuah buku yang diterbitkan pada bulan ini, Vanessa Springora (47), kepala penerbit Julliard di Prancis, menuduh pelecehan seksual yang dilakukan Gabriel Matzneff, seorang penulis terkemuka berusia 83 tahun. Pelecehan itu terjadi ketika Springora berusia 14 tahun.
Adapun Matzneff mengatakan bahwa Springora salah mengartikannya sebagai seorang cabul dan pelaku kekerasan.

Sejumlah peristiwa di Prancis merupakan gambaran dari mewujudnya kebangkitan gerakan#MeToo yang dimulai dari terkuaknya skandal pelecehan seksual oleh Harvey Weinstein di dalam industri Hollywood. Skandal itu pun memicu gelombang tuduhan dari orang-orang yang merasa dilecehkan oleh seseorang yang berkuasa. 

Kendati demikian, respons di Prancis sejauh ini relatif tidak terdengar. Padahal, sudah banyak orang di Prancis yang mulai memeluk gerakan ini, meski sejumah tokoh terkenal belum tergabung.

Aktris Catherine Deneuve, misalnya, dia bersama 99 wanita Prancis justru menyatakan sikap dalam sebuah surat pada 2018 yang menganggap bahwa gerakan #MeToo sama dengan gerakan puritanisme dan pria dinilai berhak "mengganggu" wanita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pelecehan Seksual

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top