Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspadai Penularan Coronavirus Menjelang Imlek

Di tengah bombardir pemberitaan wabah novel coronavirus di Wuhan, China, Pemerintah Indonesia hingga saat ini hanya mengeluarkan travel advisory, mengingat kasus tersebut belum terdeteksi.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  09:04 WIB
Coronavirus penyebab pneumonia di Kota Wuhan China sudah menyebar ke luar China, seperti Jepang dan Thailand. Para ahli memperkirakan lebih dari 1.700 orang terinfeksi oleh penyebaran virus Cina. - Reuters
Coronavirus penyebab pneumonia di Kota Wuhan China sudah menyebar ke luar China, seperti Jepang dan Thailand. Para ahli memperkirakan lebih dari 1.700 orang terinfeksi oleh penyebaran virus Cina. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah bombardir pemberitaan wabah novel coronavirus  atau corona virus di Wuhan, China, Pemerintah Indonesia hingga saat ini hanya mengeluarkan travel advisory, mengingat kasus tersebut belum terdeteksi. 

"Mau ke China, boleh nggak? Boleh. Kita nerima orang China, boleh nggak? Boleh. Tapi dengan kewaspadaan tertentu yang harus kita lakukan," ujar Dirjen P2P Kemenkes, Anung Sugihantono di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan pada Senin (20/1/2020). 

Menurut Anung, travel ban atau larangan bepergian hanya bisa diberlakukan, jika indikator luasnya masalah kesehatan dan angka kematian tinggi. Travel ban juga berkaitan dengan tatanan ekonomi semisal impor barang terkhususnya obat dan makanan karena faktor penularan penyakit yang tinggi dari negara tersebut

Hingga detik ini, otoritas kesehatan di Wuhan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memperbaharui perkembangan dari kasus ini.

Begitupun, belum ada dari pihak berwenang yang mengetahui persis jenis novel coronavirus yang diduga juga virus penyebab MERS dan SARS tersebut, berikut penanganannya. 

1 dari 6 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top