2 Perawat RS Sardjito Disebut-Sebut Terkena Virus Corona? Ini Faktanya

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito menyebut Jogja aman dari virus corona yang muncul di Kota Wuhan, China, pada 31 Desember 2019, dan menyebar hingga Amerika Serikat. Virus tersebut ditularkan dari binatang ke manusia dan memiliki kesamaan genetik dengan SARS yang menewaskan lebih dari 600 orang di China dan Hong Kong pada 2002 sampai dengan 2003.
Rahmat Jiwandono
Rahmat Jiwandono - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  18:56 WIB
2 Perawat RS Sardjito Disebut-Sebut Terkena Virus Corona? Ini Faktanya
Direktur RSUP Dr. Sardjito, Darwito (tengah) keterangan soal virus corona di RSUP Dr. Sardjito. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono

Bisnis.com, SLEMAN - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito menyebut Jogja aman dari virus corona yang muncul di Kota Wuhan, China, pada 31 Desember 2019, dan menyebar hingga Amerika Serikat. Virus tersebut ditularkan dari binatang ke manusia dan memiliki kesamaan genetik dengan SARS yang menewaskan lebih dari 600 orang di China dan Hong Kong pada 2002 sampai dengan 2003.

Sardjito juga membantah kabar bohong alias hoaks yang beredar di media sosial yang menyebut dua perawat rumah sakit tersebut tertular virus corona. Pesan palsu itu pertama kali disebarkan oleh akun Whatsapp yang mengaku sebagai Kabag Op Sarjito.

Kabar bohong yang menyebut 2 perawat RSUP Dr. Sardjito terkena virus corona. (Istimewa)

Kepala Pelayanan IGD RSUP Dr. Sardjito, Andreas Dewanto, mengungkapkan virus corona adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti pilek dan penyakit serius seperti MERS dan Severe Acute Respiratory Infection (SARS). Hingga kini di Jogja belum ditemukan orang yang diindikasi terkena virus corona.

“Jadi di Jogja masih aman,” katanya, Rabu (21/1/2020).

Dia mengatakan orang yang diduga terkena virus corona tidak lantas dibawa ke ruang isolasi. Namun, ada pemeriksaan terlebih dahulu meliputi proses asesmen, penanganan, dan pembuktian diagnosis.

Ia menyebut waktu yang dibutuhkan untuk melakukan diagnosis tergantung dari prosedur yang berlaku di Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Lalu, pemeriksaan diagnostiknya harus sampai ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Jakarta.

Virus corona ditularkan melalui udara sehingga tim medis yang menangani pasien harus menggunakan pakaian khusus.

“Kami ada standar untuk alat pelindung diri. Alat-alatnya yaitu gaun proteksi, masker, kacamata, penutup rambut, dan sarung tangan,” kata dia.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyarankan seseorang yang mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernapas unstuk segera ke rumah sakit. Perhimpunan dokter juga menyarankan masyarakat untuk mencuci tangan secara rutin, menutup mulut serta hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk, menghindari menyentuh hewan atau burung, serta menghindari kunjungan ke pasar yang basah atau pasar hewan.

Direktur RSUP Dr. Sardjito, Darwito, mengatakan rumah sakit telah melakukan persiapan untuk menangani virus tersebut. “Kami siapkan ambulans khusus, ruang ICU, ruang perawatan, sampai ruang isolasi yang didesain untuk pasien yang terkena coronavirus,” katanya.

Saat ini, 315 kasus virus corona ditemukan di Wuhan dan menyebar di Beijing serta Shanghai. Selasa (21/1/2020), Amerika Serikat melaporkan kasus pertama virus corona di negara tersebut. Virus juga menjangkiti beberapa warga Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top