Kemenkes: Coronavirus Tidak Bisa Ditularkan Lewat Barang Impor dari China

Jenis coronavirus baru yang merebak di China itu tidak bisa hidup jika menempel di benda mati. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak perlu takut secara berlebihan dengan barang-barang impor dari China.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  18:47 WIB
Kemenkes: Coronavirus Tidak Bisa Ditularkan Lewat Barang Impor dari China
Petugas Kantor Pelabuhan Palembang memeriksa suhu tubuh penumpang di Bandara SMB II Palembang menggunakan thermal scanner. - Bisnis / Dinda Wulandari

Bisnis.com, JAKARTA -- Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto memastikan coronavirus jenis baru (novel coronavirus/2019-nCoV) tidak bisa menular melalui barang ke manusia.

Dia mengatakan jenis coronavirus baru yang merebak di China itu tidak bisa hidup jika menempel di benda mati. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak perlu takut secara berlebihan dengan barang-barang impor dari China.

"Virus ini analog sama persis dengan benalu di pohon. Benalu enggak bisa hidup di pohon yang mati, demikian juga virus. Virus hanya bisa hidup di sel hidup. Virus tidak memungkinkan menular melalui barang, pakaian, produk," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Namun, dia mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga pola hidup bersih agar terhindar dari coronavirus. Salah satu upaya yang perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan tangan.

"Berdasarkan observasi, ada kebiasaan dalam satu menit rata-rata tiap orang menyentuh hidung, mata, dan mulut paling tidak dua kali tanpa disadari. Kalau kemudian tangan ini tercemar kan sama saja memasukkan sesuatu ke mulut. Ini yang harus lebih ditekankan kepada masyarakat," katanya.

Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), total kasus virus corona yang sudah terkonfirmasi adalah 2.014 kasus dengan 56 kematian terjadi di China. Sementara kasus penyebaran telah dilaporkan oleh 10 negara, di antaranya Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan juga meningkatkan pengawasan terhadap pencegahan masuknya coronavirus dengan menyediakan 195 thermal scanner di 135 pintu masuk negara. Identifikasi daerah-daerah berisiko yang memiliki akses dari dan ke China turut dilakukan.

Identifikasi dilakukan baik melalui jalur darat, laut, dan udara di 19 daerah, yakni Jakarta, Tangerang, Bandar Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, dan Samarinda. Selain itu, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Bitung, serta Manado.

Kementerian Kesehatan telah mempersiapkan logistik untuk mencegah masuknya coronavirus, seperti thermal scanner, ADP, masker N95, dan Health Alert Card di daerah-daerah tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenkes, virus corona

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top