Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

What's So Wrong About Your Life : Refleksi Diri dengan Buku

Penulis Ardhi Mohamad merilis bukunya berjudul What's So Wrong About Your Life. Pada bukunya, ia menggunakan salah satu keresahan yang lekat pada masyarakat Indonesia, yakni insecure atau rasa tidak aman terhadap hidup.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  10:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Penulis Ardhi Mohamad merilis bukunya berjudul What's So Wrong About Your Life. Pada bukunya, ia menggunakan salah satu keresahan yang lekat pada masyarakat Indonesia, yakni insecure atau rasa tidak aman terhadap hidup.

“Banyak yang berfikir, cinta adalah jawaban dari insecurity. Banyak yang berfikir, kita spesial bagi seseorang. Kita pikir, melupakan masa lalu adalah pilihan yang tepat. Dan, kita pikir-kita pikir lainnya,” terangnya.

“Walau semua pemikiran itu sering berakhir kekecewaan yang sama, kita tetap nggak belajar dan akhirnya mengulangi kesalahan yang itu-itu lagi. This is the reason why I wrote this book. Supaya kita bisa sadar apa saja yang salah dalam hidup kita, mengakuinya, memperbaikinya, dan mengalani hidup lebih baik,” lanjutnya.

Ardhi melanjutkan bahwa ia ingin lewat bukunya, dirinya dapat menyampaikan rangkuman perspektif akan apa yang salah dengan hidup manusia sehingga ke depan lewat setiap kata di dalam bukunya akan sampai kepada pembaca untuk bersama menjadi lebih baik.

“Ketika menulis pertama harus ikhlas untuk membantu, empati untuk memahami, dan gunakan kalimat yang memberikan sugesti atau memberikan contoh kasus. Masalah dapat diselesaikan salah satunya dengan perspektif orang lain yang dapat menempatkan diri,” terangnya.

Senada dengan sahabatnya, Penulis buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta Alvi Syahrin mengatakan bahwa masalah penyampaian butuh second opinion dan tanyakan pendapat agar bisa mengetahui benar dan salah.

“Banyak mempertanyakan diri. Karena ketika tulisan sudah disebar kita tak bisa membendung pandangan orang lain. Hanya karena kita pernah bukan berarti kita memiliki ilmu dan sudah ahli. Terpenting adalah memahami hakikatnya Bedakan antara mengerti dan mengamalkan, ilmu perlu diamalkan,” jelasnya.

Terkait menulis dengan Hati, Alvy mengatakan bahwa seseorang harus benar benar memaknai apa yang ingin dirinya tulis.

“Apa yang kita tulis apa sesuatu yang kita usahakan menuju ke arah sana. Kita semacam berusaha mengamalkan apa yang kita tuliskan agar dapat mengena ke hati pembaca kita,” terangnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top