Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Farmasi Raksasa Siapkan Vaksin untuk Pengobatan Virus Corona

Salah satu pembuat vaksin terbesar di dunia menyiapkan teknologinya untuk menciptakan vaksin pengobatan virus corona.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  08:51 WIB
Relawan menggunakan pakaian pelindung saat membasmi kuman di perumahan untuk mengantisipasi wabah virus coronadi Taizhou, Provinsi Zhejiang, China (30/1 -  2020). China Daily via Reuters
Relawan menggunakan pakaian pelindung saat membasmi kuman di perumahan untuk mengantisipasi wabah virus coronadi Taizhou, Provinsi Zhejiang, China (30/1 - 2020). China Daily via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu pembuat vaksin terbesar di dunia menyiapkan teknologinya untuk menciptakan vaksin pengobatan virus corona.

GlaxoSmithKline Plc dan Co mengatakan mereka akan bekerja untuk mempercepat pembuatan vaksin. Tujuannya adalah untuk menyediakan banyak dosis vaksin dengan cepat, demikian pernyataan mereka seperti dilansir dari Bloomberg.

Proyek ini akan bergantung pada sistem pembantu GSK, yang dirancang untuk meningkatkan respons kekebalan tubuh dan menciptakan perlindungan yang lebih kuat dan tahan lama terhadap infeksi.

Mendapatkan akses ke teknologi raksasa farmasi adalah "langkah besar ke depan" dalam mengembangkan vaksin melawan virus, Richard Hatchett, CEO CEPI yang berbasis di Oslo, mengatakan dalam pernyataan itu.

Glaxo adalah salah satu pembuat obat yang akan memanfaatkan pendekatan baru untuk mengembangkan vaksin jauh lebih cepat daripada di masa lalu. Perusahaan-perusahaan farmasi termasuk Moderna Inc. mengatakan mereka telah mulai mengerjakan vaksin melawan virus corona meskipun wabah terus menyebar.

Pejabat kesehatan mengatakan versi vaksin terbaru mungkin tersedia untuk tahap pertama pengujian manusia hanya dalam tiga bulan. Tetapi mengembangkan vaksin yang efektif biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun.

CEPI akan mengoordinasikan hubungan antara Glaxo dan kelompok-kelompok yang didukung koalisi yang tertarik untuk menguji platform vaksin mereka dengan teknologi perusahaan farmasi Inggris, menurut pernyataan itu. Perjanjian pertama ditandatangani antara Glaxo dan University of Queensland di Australia.

Secara terpisah, pemerintah AS mengatakan akan menyiapkan 20 juta pound (US$26 juta) untuk mendanai vaksin baru untuk mengatasi virus corona dan masa depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top