Untuk Pemula, Ini 6 Jenis Investasi yang Bisa Kamu Coba

Disiplin dari berinvestasi menjadi kunci utama dalam memulai investasi.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  05:46 WIB
Untuk Pemula, Ini 6 Jenis Investasi yang Bisa Kamu Coba
Pengunjung beraktivitas di dekat tulisan Yuk Nabung Saham, di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Lihai mengelola keuangan harus dimiliki generasi milenial dan generasi Z. Sebab, kualitas hari tuamu akan ditentukan dari perencanaan keuanganmu pada masa kini.

Pengelolaan gaji yang tepat menjadi strategi jitu agar bernafas lega dan tak bergantung pada anak, apalagi luntang-lantung pada hari tua. Era kini, kamu cukup memulai investasi dari smart phone dan berselancar untuk memilih produk yang diinginkan. Ingat, jadikan investasi sebagai gaya hidupmu sedini mungkin.

Berinvestasi tak harus dimulai dari nominal yang besar. Mulailah dari Rp100.000 dan aktif mengikuti akun-akun investasi keuangan di media sosial, agar gairah berinvestasimu semakin membara. Biarkan uangmu yang bekerja untukmu. Berikut produk-produk investasi dari yang risiko kecil hingga berisiko tinggi:

1. Deposito

Sekilas produk deposito mirip dengan tabungan. Tabungan, giro dan deposito adalah tiga produk andalan bank untuk menghimpun dana dari masyarakat. Dari ketiga produk tersebut, deposito merupakan produk yang memiliki bunga lebih tinggi.

Perlu diketahui, deposito memiliki tenor. Tenor dimulai dari 3 bulan, 6 bulan, setahun dan 3 tahun. Namun, bila kamu ingin mencairkan dana tak sesuai dengan tenor dari perjanjian awal, maka kamu akan dikenakan denda.

Kelebihan deposito:

- Produk bank, deposito tergolong produk investasi yang tidak berisiko

- Dana aman disimpan di dalam bank

- Deposito bisa menjadi jaminan untuk meminjam ke bank

 

2. Obligasi Ritel Negara (ORI)

Obligasi negara adalah satu instrumen surat berharga negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan warga negara Indonesia melalui mitra distribusi di pasar perdana. Dengan berinvestasi di ORI maka kamu berkontribusi membangun negara.

Kelebihan obligasi ritel negara (ORI)

- Memiliki kupon atau bunga yang tetap per tahun

- Biasanya bunga ORI berada di atas bunga deposito

- Dapat diperdagangkan di pasar sekunder

- Investasi ini ditanggung oleh negara

3. Reksadana

Biasanya, investor pemula memulai berinvestasi dengan membeli reksadana. Namun ingat, pahami karakteristik produk reksadana dan tujuan investasimu.

Ada berbagai macam reksadana yang ditawarkan yakni reksadana pendapatan tetap, campuran, pasar uang dan saham. Untuk membeli reksadana, maka kamu bisa pergi ke manajer investasi.

Manajer investasi adalah lembaga profesional yang mengelola beragam sekuritas atau surat berharga seperti saham, obligasi dan aset lainnya seperti properti dengan tujuan untuk mencapai target investasi yang menguntungkan bagi investor. Kamu adalah investornya.

Manajer investasi bekerja untuk dan memfasilitasi kamu meraih keuntungan. Oh ya, saat membeli reksadana bakal dikenakan biaya pembelian hingga biaya pengelolaan bila mencairkan produk ini.

Kelebihan reksadana

- Bisa berinvestasi dengan nilai yang murah, atau di bawah Rp1 juta

- Memudahkan investor dalam memilih produk

- Membantu investor yang tidak punya waktu banyak memantau kondisi pasar dalam berinvestasi

4. Saham

Saham kini menjadi instrumen pasar keuangan yang paling populer. Untuk yang menjadi generasi milenial dan generasi Z, hari ini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi saham.

Sebab, investasi saham merupakan investasi jangka panjang. Namun ingat, kamu harus berhati-hati dan teliti saat membeli saham. Mulailah memilih saham dari produk yang kamu kenal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kelebihan saham

- Bisa memperoleh untung yang besar

- Memperoleh dividen setiap tahun

- Bisa ikut dalam rapat umum pemegang saham, dan terlibat dalam pergantian direksi perusahaan

 

Kekurangan saham

- Risiko membeli saham sangat besar

- Kamu bisa kehilangan hampir 90% uang yang kamu miliki 

5. Emas

Investasi logam mulia juga populer di kalangan masyarakat. Produk investasi ini telah dikenal sejak zaman kuno, atau lebih dikenal dengan perhiasan emas.

Risiko berinvestasi emas adalah kehilangan. Namun, bagi kamu investor pemula, lebih disarankan untuk membeli kepingan logam mulia dibandingkan perhiasan. Sebab, bakal ada ongkos tempah saat membeli dan menjual perhiasan. Tetap simpan logam muliamu yang tempat yang aman ya.

Kelebihan logam mulia

- Harga yang stabil

- Bisa digadaikan

- Mudah dijual

6. Properti

Untuk membeli aset tetap atau properti maka dibutuhkan modal yang besar. Bagi generasi milenial, biasanya mereka berinvestasi di produk keuangan yang canggih seperti reksadana dan saham untuk membeli rumah.

Memiliki rumah atau lahan adalah impian setiap orang, sebab harga lahan dan rumah setiap tahun selalu naik. Bahkan kenaikannya melebihi inflasi. Untuk memiliki properti, maka kamu harus disiplin berinvestasi ya.

Kelebihan properti

- Bisa dijadikan agunan

- Harga yang selalu naik setiap tahun

Kekurangan properti

- Sulit dijual dalam waktu cepat

- Menjual secara dadakan dapat menurun harga aset

- Memiliki risiko bencana alam

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top