Kemenkes Pastikan Pendeteksian Virus Corona Sudah Sesuai Standar WHO

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan menepis anggapan Indonesia tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi kasus Virus Corona.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  20:13 WIB
Kemenkes Pastikan Pendeteksian Virus Corona Sudah Sesuai Standar WHO
Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/2/2020). - ANTARA / Yusuf Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menepis anggapan  Indonesia tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi kasus novel coronavirus.

Dia menyebutkan bahwa Indonesia saat ini telah memiliki tiga fasilitas laboratorium untuk pemeriksaan virus corona dengan sertifikasi Bio Safety Level (BSL) 2 di Pusat Penyakit Tropis Universitas Airlangga dan Lembaga Eijkman, serta satu laboratorium BSL-3 di Balitbangkes Kemenkes. Sertifikasi laboratorium tersebut sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Hanya di situ pemeriksaan bisa dilakukan. Spesimen dari semua daerah dibawa ke salah satu dari tiga tempat itu," katanya di Kantor Kementerian Kesehatan, Senin (10/2/2020).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Kemenkes menggunakan dua metode untuk mendeteksi novel coronavirus. Selain menggunakan alat sequencing dan reagen pan-Corona, Kemenkes juga menggunakan polymerase chain reaction (PCR) baru yang bisa langsung mendeteksi jenis virus novel corona (2019-nCoV). Pemeriksaan dengan PCR hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 hari.

Dia menambahkan bahwa semua hasil pemeriksaan selalu dilaporkan ke WHO.

"Semua hasil pemeriksaan dari pertama sampai terakhir kemarin, semuanya kami laporkan ke WHO. Karena ini menentukan akreditasi kualitas layanan pemeriksaan. Sampai sekarang tidak ada masalah. WHO katakan apa yang kami lakukan sudah benar," katanya.

Hingga Minggu (9/2/2020), Kemenkes telah memeriksa sebanyak 62 spesimen dari suspect novel coronavirus. Dari jumlah tersebut, 59 spesimen telah dinyatakan negatif dan tiga lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

Sebelumnya, WHO menyatakan bahwa Indonesia harus melakukan persiapan lebih matang untuk menghadapi kemungkinan novel wabah coronavirus.

Mengutip Sydney Morning Herald, WHO ingin agar Indonesia meningkatkan pengawasan, deteksi kasus, dan persiapan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk untuk mengantisipasi terjadinya wabah.

"Indonesia sedang melakukan apa yang mungkin untuk dipersiapkan untuk menghadapi virus corona baru," kata Perwakilan WHO di Indonesia Dr Navaratnasamy Paranietharan.

Dia khawatir bahwa Indonesia hingga kini belum melaporkan satu pun kasus novel coronavirus terkonfirmasi. Namun, pihaknya telah diyakinkan oleh otoritas Indonesia bahwa pengujian laboratorium telah bekerja dengan baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top