Trenggiling merupakan Inang Virus Corona dan Sendai

Terdapat dua virus dari hewan trenggiling: corona dan sendai. Hewan tersebut, menjadi inang setelah penyebaran awal dari kelelawar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  17:40 WIB
Trenggiling merupakan Inang Virus Corona dan Sendai
Sisik Trenggiling - Antara/Jafkhairi

Bisnis.com, JAKARTA - Selama ini, trenggiling lebih dikenal masyarakat di sejumlah tempat sebagai hewan yang kulitnya dapat dijadikan obat. Maka, tak heran jika kasus penyelundupan hewan yang keberadaannya hampir punah itu, terbilang tinggi.

Namun, ada satu fakta lain yang tak banyak orang ketahui. Yakni, trenggiling merupakan hewan yang menjadi inang atau rumah bagi sejumlah virus. Salah satu di antaranya adalah virus corona (covid-19).

Hal ini diungkapkan oleh peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Sugiyono Saputra. "Trenggiling memang inang atau tempat virus corona. Ada analisis viral metagenomic dari trenggiling bahwa virus corona itu termasuk yang dominan bersama juga virus sendai," kata Sugiyono di Jakarta pada Kamis (13/2/2020).

Sekadar catatan, virus sendai dikenal juga dengan sebutan virus murine parainfluenza. Virus ini  menginfeksi epitel saluran nafas bawah yang menginduksi pneumonia dan bronkiolitis pada bayi serta anak-anak. Pun, menyebabkan asma pada orang dewasa.

Sampai saat ini keberadaan kedua virus di trenggiling masih belum diketahui efek sampingnya untuk hewan inangnya. Bisa saja, kata Sugiyono, adanya virus corona dan sendai mungkin bisa menyebabkan penyakit di hewan tersebut. Atau, lanjut Sugiyono, bisa juga menyebabkan kondisi sub-klinis artinya tidak menimbulkan gejala.

Sejak akhir tahun lalu, virus corona jenis baru muncul di Wuhan, China--yang kini dikenal sebagai Covid-19--telah menginfeksi puluhan ribu orang dan menyebabkan kematian lebih dari 1.000 orang. Virus itu juga sudah menyebar tidak hanya di China, tapi di negara lain seperti Singapura dan Malaysia.

South China Agricultural University menyampaikan hasil penelitian terbaru mereka yang menyimpulkan urutan genom virus corona dari trenggiling dalam penelitia,n 99 persen identik dengan yang diambil dari pasien yang terinfeksi.

Peneliti menyimpulkan trenggiling kemungkinan menjadi inang perantara yang memungkinkan infeksi terhadap manusia setelah mendapatkannya dari kelelawar sebagai inang utama.

"Asumsinya bisa jadi memang ada re-kombinasi antara virus yang dari kelelawar dengan yang ada di trenggiling itu. Terus mengalami mutasi sehingga akhirnya bisa menginfeksi manusia. Itu masih berupa kemungkinan-kemungkinan," kata dia.

Trenggiling adalah mamalia bersisik yang terancam punah keberadaannya karena habitat yang semakin sedikit dan menjadi objek perdagangan hewan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona, trenggiling, covid-19

Sumber : Antara

Editor : Andya Dhyaksa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top