11 Mitos Penangkal Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis catatan yang membantah beberapa mitos tentang virus corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  05:30 WIB
11 Mitos Penangkal Virus Corona
Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. ANTARA FOTO - Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak hoax dan disinformasi seputar kasus virus corona di dunia, sejak penyebarannnya dari China Januari 2020 lalu.

Salah satunya  seputar pencegahan virus corona yang mengalir deras di segala penjuru media sosial mulai dari membasuh hidung secara rutin hingga penggunaan bawang putih, padahal obat atau vaksin untuk virus itu sendiri hingga kini belum ditemukan.

Untuk mengakhiri semua informasi yang salah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis catatan yang membantah beberapa mitos tentang virus corona.

Berikut adalah uraiannya dilansir Indian Express, Minggu.

1. Pengering tangan tidak dapat membunuh virus corona baru

Sebelumnya sempat dilaporkan bahwa udara panas dari pengering tangan selama 30 detik dapat menghapus virus dari tangan Anda. Faktanya hal tersebut tidaklah benar.

Untuk menghilangkan virus seseorang harus mencuci tangannya dengan sabun dan air atau pembersih tangan yang mengandung alkohol. Lalu tangan dikeringkan dengan tisu atau pengering hangat.

2. Lampu desinfeksi ultraviolet tidak boleh digunakan

WHO memperingatkan bahwa radiasi ultraviolet dari lampu UV dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga tidak boleh digunakan untuk mensterilkan tangan atau bagian tubuh lainnya.

3. Pemindai termal mungkin tidak mendeteksi virus corona

Bagi orang yang mengalami demam karena infeksi dengan virus corona, pemindai termal dapat bermanfaat dalam pendeteksian. Tapi itu bisa memakan waktu dua hingga 10 hari bagi seseorang untuk menjadi sakit dan mengalami demam. Scanner ini tidak dapat mendeteksi mereka yang terinfeksi tetapi belum mengalami demam, kata WHO.

4. Menyemprotkan alkohol atau klorin tidak membunuh virus

Walaupun zat-zat ini tidak membunuh virus yang sudah masuk ke tubuh, mereka bisa berbahaya bagi pakaian dan selaput lendir kita.

5. Aman menerima paket atau surat dari Tiongkok

Berlawanan dengan asumsi, sebenarnya aman menerima paket dari Cina. Virus corona tidak bertahan lama pada objek seperti surat atau paket, seperti yang dibuktikan dalam analisis sebelumnya, sehingga objek ini tidak berisiko tertular virus corona.

6. Hewan peliharaan tidak menyebarkan virus corona

"Saat ini, tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus corona baru," tulis catatan WHO.

Namun, seseorang harus mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan untuk melindungi diri dari bakteri umum seperti E coli dan salmonella.

7. Vaksin pneumonia melindungi Anda dari virus corona

Virus ini baru dan membutuhkan vaksin sendiri. Vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib) tidak dapat memberikan perlindungan yang diperlukan.

8. Membilas hidung dengan garam

Tidak ada bukti bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur akan melindungi seseorang dari infeksi virus corona baru. Membilas hidung secara rutin juga belum tentu mencegah infeksi pernapasan.

9. Obat kumur melindungi Anda dari infeksi

Belum ada bukti yang menunjukkan obat kumur dapat melindungi Anda dari virus corona.

10. Makan bawang putih

Tidak ada penelitian yang menemukan bahwa mengkonsumsi bawang putih sebagai tindakan pencegahan untuk infeksi virus corona.

11. Antibiotik dapat mencegah infeksi virus corona

Antibiotik bekerja melawan bakteri tetapi bukan virus. Karena 2019-nCoV adalah virus, antibiotik tidak boleh digunakan untuk pencegahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top