Penelitian: Covid-19 Bisa Hidup di Saluran Napas Pasien Terinfeksi Hingga 37 Hari

Berdasarkan penelitian terhadap 191 pasien, peneliti di Cina menemukan bahwa virus corona COVID-19 dapat hidup di saluran pernapasan pasien terinfeksi selama 37 hari.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  14:43 WIB
Penelitian: Covid-19 Bisa Hidup di Saluran Napas Pasien Terinfeksi Hingga 37 Hari
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA - Masa hidup virus Corona jenis baru atau Covid-19 di pernapasan pasien terinfeksi disebut bisa lebih dari 14 hari.

Selama ini dipahami bahwa masa inkubasi virus Corona berada pada kisaran angka 14 hari tersebut.

Temuan para peneliti dari China itu mengindikasikan bahwa Covid-19 dapat hidup di saluran pernapasan pasien terinfeksi hingga lima pekan. Dengan begitu, daya tahan Covid-19 di saluran napas pasien terinfeksi Itu lebih lama daripada masa isolasi yang direkomendasikan para ahli, yakni 14 hari.

Perhitungan tersebut dihasilkan dari penelitian terhadap191 pasien dari dua rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, China. 

"Pelepasan virus yang berkepanjangan memberikan alasan untuk strategi isolasi pasien yang terinfeksi dan intervensi antivirus yang optimal di masa depan," demikian tertulis di jurnal The Lancet, Rabu 11 Maret 2020.

Penelitian itu menggunakan catatan medis elektronik untuk mengumpulkan data demografis serta data laboratorium. Para peneliti mendeteksi virus RNA itu dalam sampel yang diambil dari saluran pernapasan pasien selama rata-rata 20 hari setelah pasien sakit.  

Rentang waktu tersingkat seseorang tertular adalah delapan hari dan terlama 37 hari.

"Ini memiliki implikasi penting untuk pengambilan keputusan isolasi pasien dan bimbingan seputar lama pengobatan antivirus," ujar hasil penelitian tersebut.

Ini adalah penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa Covid-19 dapat bertahan lebih lama daripada yang dibayangkan sebelumnya.

Sebelumnya, studi yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat dan ilmuwan lain menemukan virus dapat bertahan di udara selama tiga jam dan dapat hidup di permukaan suatu benda hingga tiga hari.  

Sementara sebuah penelitian di Jerman menemukan pasien yang terinfeksi melepaskan sejumlah besar virus sebelum gejala muncul. Ini berarti, ketika orang hanya menunjukkan gejala ringan, seperti kelelahan atau batuk, masih mudah untuk menyebarkan virus ke orang lain, tulis Tempo.co mengutip daily mail dan The Lancet.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top