Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cairan Pembersih Jadi Pengganti Disinfektan? Ini Kata LIPI

Untuk membunuh virus corona jenis (Covid-19) bisa dengan melakukan desinfeksi. Cairan disinfektan ampuh merusak selubung atau sampul lapisan lemak.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  15:01 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di area Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (18/3/2020). Pengelola TMII secara bertahap melakukan rangkaian tindakan disinfeksi di setiap lokasi wisata dan anjungan sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19). Bisnis - Arief Hermawan P
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di area Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (18/3/2020). Pengelola TMII secara bertahap melakukan rangkaian tindakan disinfeksi di setiap lokasi wisata dan anjungan sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Tak dapat dipungkiri, selain masker dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer), cairan disinfektan kini ikut menjadi barang langka.

Sebelumnya desinfeksi atau penyemprotan cairan disinfektan lebih banyak dilakukan di di tempat-tempat tertentu saja, terutama tempat-tempat umum. Saat ini banyak masyarakat yang memutuskan untuk melakukan desinfeksi di sekitar tempat tinggal mereka.

Memang benar, salah satu upaya untuk membunuh virus corona jenis baru atau Covid-19 adalah dengan melakukan desinfeksi. Cairan disinfektan ampuh merusak selubung atau sampul (enveloped virus) Covid-19 dengan pelindung lapisan lemak.

“Disinfektan dapat merusak lapisan lemak tersebut sehingga membuat virus corona cukup lemah dibandingkan dengan norovirus yang merupakan virus tanpa selubung dan virus lainnya yang memiliki cangkang protein yang lebih kuat,” ungkap Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Ajeng Arum Sari dalam keterangannya yang diterima oleh Bisnis.com pada Selasa (24/3/2020).

Lantas, di tengah kelangkaan dan mahalnya cairan disinfektan di pasaran apakah ada alternatif yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran virus asal Wuhan, China itu di lingkungan sekitar mereka?

Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Chandra Risdian mengungkapkan banyak produk rumah tangga umum mengandung konsentrasi bahan aktif yang sesuai untuk disinfeksi. Dirinya menjelaskan, bahan aktif dan konsentrasi efektif produk tersebut terbukti efektif melawan virus corona berdasarkan studi literatur yang dilakukannya.

“Selain penggunaan agen pembersih, perawatan lain yang efektif terhadap virus corona adalah dengan metode pemberian uap dan perlakuan panas,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari The Robert Koch Institute (RKI), Jerman, Chandra menjelaskan bahwa jika produk disinfektan yang aktif terhadap virus corona tidak tersedia, produk disinfektan lain yang setidaknya memiliki aktivitas virucidal terhadap virus berselimut (enveloped virus) juga dapat digunakan.

Pembersih tersebut setidaknya mengandung bahan aktif Accelerated hydrogen peroxide (0.5 persen), Benzalkonium chloride / quaternary ammonium / alkyl dimethyl benzyl ammonium chloride) (0.05 persen), Chloroxylenol (0.12 persen), Ethyl alcohol atau ethanol (62-71 persen), Iodine in iodophor (50 ppm), Isopropanol atau 2-propanol (50 persen), Pine oil (0.23 persen)c, Povidone-iodine (1 persen iodine), Sodium hypochlorite (0.05 - 0.5 persen), Sodium chlorite (0.23 persen), Sodium dichloroisocyanurate (0.1-0.5 persen).

Chandra mengingatkan agar tidak mencampur produk pembersih yang berbeda. Selain itu, gunakan produk tersebut di tempat yang berventilasi baik.

“Untuk disinfeksi daerah yang sangat terkontaminasi, sebaiknya permukaan tersebut didisinfeksi menggunakan kain yang telah dibasahi terlebih dahulu dengan larutan disinfektan. Jangan menyemprot langsung ke permukaan yang sangat terkontaminasi karena akan membuat virus menyebar ke udara,” tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Chandra pihaknya sudah menghimpun sejumlah produk pembersih yang mengandung bahan aktif pembunuh Covid-19 dan bisa digunakan sebagai pengganti desinfektan, antara lain:

  1. Aquatabs Multipurpose
  2. Bayclin Lemon (dengan pengenceran 20 mL per 1 liter air)
  3. Bayclin Regular (dengan pengenceran 20 mL per 1 liter air)
  4. Bebek Kamar Mandi
  5. Bratacare Disinfectane Concentrate (dengan pengenceran 10 ml per 1 liter air)
  6. Clorox Disinfecting Bleach (dengan pengenceran 10 ml per 1 liter air)
  7. Clorox Toilet Bowl Clener with Bleach (dengan pengenceran 40 ml per 1 liter air)
  8. Dettol All in One Disinfectant Spray
  9. Dettol Antiseptic L (dengan pengenceran 25 ml per 1 liter air)
  10. Dettol Pembersih Lantai Citrus (dengan pengenceran 45 ml per 1 liter air)
  11. Dettol Pembersih Lantai Multiaction (dengan pengenceran 4 in 45 ml per 1 liter air)
  12. Mr. Muscle Axi Triguna Pembersih Lantai (dengan pengenceran 1 bagian dalam 2 bagian air)
  13. Proclin Pemutih (dengan pengenceran 20 mL per 1 liter air)
  14. Septalkan (dengan pengenceran 1 bagian dalam 1 bagian air)
  15. Soklin Pemutih (dengan pengenceran 20 mL per 1 liter air)
  16. SOS Pembersih Lantai Antibacterial (dengan pengenceran 50 ml dalam 1 liter air)
  17. Wipol Pembersih Lantai Cemara Pine (dengan pengenceran 1 bagian dalam 9 bagian air)
  18. Wipol Pembersih Lantai Sereh & Jeruk (dengan pengenceran 40 ml dalam 1 liter air)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lipi Virus Corona covid-19 disinfektan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top