Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Memahami Pentingnya Social Distancing di Masa Pandemi Virus Corona

Jumlah kasus infeksi dan kematian akibat virus corona baru atau COVID-19 di seluruh dunia terus meningkat setiap harinya. Para ahli meyakini bahwa tindakan pembatasan jarak sosial (social distancing) menjadi kunci pencegahan penyebaran virus.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 28 Maret 2020  |  14:05 WIB
Implementasi social distancing bagi calon penumpang di Stasiun Pasar Senen. - Dok. Istimewa
Implementasi social distancing bagi calon penumpang di Stasiun Pasar Senen. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah kasus infeksi dan kematian akibat virus Corona baru atau Covid-19 di seluruh dunia terus meningkat setiap harinya. Para ahli meyakini bahwa tindakan pembatasan jarak sosial (social distancing) menjadi kunci pencegahan penyebaran virus.

Dalam kasus virus Corona, apa yang disebut sebagai jarak sosial didefinisikan sebagai jarak pembatas setidaknya 6 kaki atau sekitar 2 meter dari orang lain. Implementasinya, bisa berdampak luas, mulai dari jarak perorangan hingga menghindari pertemuan massal.

Langkah ini dilakukan dalam upaya untuk "meratakan kurva" atau mencegah lonjakan drastis kasus infeksi baru dalam periode yang singkat. Dengan langkah ini, orang bisa menghindari sumber penyakit dan mengurangi pasien di fasilitas kesehatan.

“Jumlah kasus COVID-19 meningkat dengan cepat di seluruh negeri, bahkan ketika kota-kota sudah menjadi sangat sepi dan pusat kota seolah tidak berpenghuni di tengah hari,” kata Michael Grosso, kepala petugas medis di Huntington Hospital New York seperti dikutip Healthline, Sabtu (28/3/2020).

Untuk memahami seberapa pentingnya tindakan social distancing dalam konteks kondisi saat ini, perlu dipahami terlebih dahulu kenapa jumlah kasus virus Corona di dunia meningkat dengan pesat.

Salah satu alasannya adalah karena penyedia layanan kesehatan mulai mendapatkan akses ke lebih banyak persediaan pengujian atau alat tes. Sebagian besar tes di dunia kini telah dilakukan dalam dua minggu terakhir.

“Ketika kemampuan pengujian menjadi lebih tersedia, kami akan menguji orang-orang dengan gejala yang jauh lebih ringan, tidak hanya yang sudah terlihat jelas gejalanya,” kata Eric Cioe-Pena, direktur kesehatan global di Northwell Health.

Sementara, alasan kedua kenapa angka kasus virus Corona terus meningkat adalah karena masa inkubasi virus, yakni 2 minggu. Ini berarti butuh waktu yang sama setelah orang terinfeksi hingga menunjukkan gejala.

Dengan demikian, penting untuk disadari bahwa kendati seseorang merasa baik-baik saja, tetapi sebenarnya bisa jadi dia merupakan pembawa virus yang juga bisa menularkannya kepada orang lain. Infeksi awalnya jadi sulit diketahui karena butuh waktu lama hingga gejala muncul.

Oleh sebab itu, menjaga jarak sosial dengan orang menjadi langkah strategis yang bisa dilakukan, “Kami tidak berharap melihat langsung hasil dari tindakan social distancing. Tapi itu akan mengurangi transmisi yang sedang berlangsung,” kata Vanessa Raabe, spesialis penyakit infeksi dan imunologi di New York University Langone Health.

Adapun selain social distancing, upaya perorangan yang bisa dilakukan untuk turut serta mencegah penyebaran virus corona baru ini adalah dengan rajin cuci tangan serta membersihkan barang yang sering digunakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona social distancing
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top