Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Aman Menggunakan Masker Kain

Masker kain bisa digunakan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  17:33 WIB
Petugas SPBU Pertamina menggunakan masker kain dan sarunga tangan saat melayani konsumen. - Istimewa / Pertamina
Petugas SPBU Pertamina menggunakan masker kain dan sarunga tangan saat melayani konsumen. - Istimewa / Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – Merebaknya pandemi virus Corona (Covid-19) membuat banyak orang yang berebut menggunakan masker, tidak hanya tenaga medis tetapi juga masyarakat umum sehingga masker menjadi barang yang langka.

Tak heran bila akhirnya, banyak yang menggunakan masker secara berulang. Namun, apakah penggunaannya akan tetap efektif jika digunakan berulang kali?

Dikutip dari insider.com, ada dua jenis masker yang umum digunakan yaitu masker bedah dan respirator N95.

Masker bedah dipakai untuk menghentikan penyebaran kuman dari dirinya ke orang lain, biasanya digunakan oleh ahli bedah untuk menjaga agar pasien tidak terkontaminasi oleh kuman yang ada pada dirinya.  Masker bedah juga dapat digunakan oleh pasien yang sakit untuk meminimalkan penyebaran penyakit dari partikel kecil yang terbatuk.

Sementara itu, respirator N95, mampu menyaring 95 persen partikel di udara untuk meminimalkan paparan pemakai terhadap penyakit menular. Masker tersebut biasanya dikenakan oleh petugas kesehatan yang merawat orang sakit agar mereka tidak terinfeksi.

Hans Rechsteiner, ahli bedah umum di Burnett Medical Center mengatakan, baik masker bedah maupun respirator N95 merupakan jenis masker sekali pakai.

Memang ada respirator yang dapat digunakan kembali, tetapi umumnya tidak digunakan oleh para profesional medis. “Dalam keadaan normal, masker bedah ini akan dibuang ketika penyedia layanan kesehatan selesai merawat pasien yang terinfeksi,” terangnya.

Namun, masifnya penyebaran wabah virus corona, membuat banyak tim medis yang kekurangan masker bedah dan respirator N95. Karena itu, banyak profesional medis menggunakan kembali masker atau menggunakannya untuk seluruh shift daripada penggunaan tunggal yang mereka maksudkan.

Untuk itu, Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), atau CDC telah merilis pedoman untuk penggunaan masker pada saat jumlahnya langka.

Organisasi tidak merekomendasikan masker pembersih, tetapi merekomendasikan praktik-praktik ini untuk penggunaan kembali yang aman:

Pertama, masker bedah atau respirator N95 hanya boleh digunakan kembali oleh orang yang sama, tidak pernah dibagi di antara para profesional medis Kedua, penggunaan yang lebih lama lebih baik daripada digunakan kembali, jadi lebih baik membiarkan respirator tetap terpasang untuk seluruh shift daripada melepaskannya.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisir orang menyentuh wajah mereka, yang justru berpotensi membiarkan virus masuk dalam tubuh mereka.

Pedoman CDC mengatakan bahwa tidak ada cara untuk memprediksi jumlah penggunaan kembali yang aman, sehingga profesional medis harus menggunakan penilaian mereka.

Ketiga, saat tidak digunakan, masker harus disimpan dalam wadah terbuka, seperti kantong kertas. Itulah tepatnya yang dilakukan beberapa dokter New York saat mereka berjuang mengatasi kekurangan masker.

Berdasarkan penelitian, virus yang menyebabkan Covid-19 dapat hidup di permukaan hingga 72 jam. Karena itu, Rechsteiner mengatakan akan ideal untuk memiliki tiga masker wajah yang dapat digunakan setiap hari.

"Jika Anda ingin lebih aman, gunakan tiga masker dan ganti setiap hari, biarkan masker itu pada area yang terbuka, baik untuk mengeringkan sementara sehingga virus mati. Karena kelangkaan di beberapa wilayah, saya percaya bahwa ini adalah praktik yang aman dan dapat diterima,” jelasnya.

Cara menggunakan masker kain dengan benar

Sementara itu, di tengah kelangkaan masker bedah, beberapa orang membuat masker sendiri dengan segala sesuatu mulai dari kain hingga syal. Penelitian menunjukkan masker buatan sendiri yang terbuat dari kaos katun hanya sekitar sepertiga sama efektifnya dibandingkan dengan masker bedah dalam mencegah infeksi.

Meski demikian, sambungnya, masker tersebut masih cukup signifikan mengurangi jumlah kuman yang disebarkan oleh pemakainya. Menurut WHO, panas 133 derajat F dapat membunuh virus corona. “Jadi jika Anda menggunakan masker kain, pertimbangkan untuk mencuci dengan sabun dan air dan mengeringkannya dengan suhu tinggi,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona masker covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top