Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

7 Cara Cegah Pikun

Saat penyusutan terjadi, sel saraf di otak juga ikut menyusut bahkan terputus koneksinya dengan sel saraf lainnya sehingga rentan mengalami pikun.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 06 April 2020  |  07:18 WIB
Ilustrasi - Idiva
Ilustrasi - Idiva

Bisnis.com, JAKARTA - Ketika usia seseorang bertambah, potensi pikun pasti terus naik, karena  , volume otak akan mengalami penyusutan.

Saat penyusutan terjadi, sel saraf di otak juga ikut menyusut bahkan terputus koneksinya dengan sel saraf lainnya sehingga rentan mengalami pikun. Namun dengan aktif bergerak dan menjaga gaya hidup sehat, kesehatan otak bisa terjaga.

Tak hanya penyusutan volume otak saja, aliran darah ke otak juga menjadi lebih pelan seiring dengan penuaan. Seluruh perubahan akibat bertambahnya usia ini pasti berdampak pada fungsi kognitif, namun menjadi tidak normal ketika yang dialami adalah pikun atau daya ingat menurun drastis.

Semakin awal seseorang menjaga kesehatan otak, akan semakin berpengaruh terhadap tajamnya daya ingat saat menua kelak. Beberapa cara menjaga kesehatan otak yang bisa dilakukan.

1. Jaga kolesterol dan tekanan darah

Selain bagian dari indikator seseorang mengalami sindrom metabolik, kadar kolesterol dan tekanan darah juga penting dijaga demi kesehatan otak. Ketika kolesterol dan tekanan darah tidak terkendali, risiko mengalami penyakit jantung dan stroke meningkat. Hal ini bisa menyebabkan lansia mengalami demensia.

2. Jaga berat badan

Berat badan ideal juga sebaiknya dijaga betul demi kesehatan otak. Caranya tentu dengan memilih apa saja makanan yang dikonsumsi dan pastikan benar-benar bernutrisi. Langkah ini terbukti bisa meningkatkan fungsi kognitif seseorang. 

3. Tidak merokok dan minum alkohol berlebih

Kebiasaan merokok dan minum alkohol berlebihan akan membawa seseorang lebih rentan mengalami demensia. Untuk itu, tinggalkan kebiasaan buruk ini jika ingin menjaga kesehatan otak di masa tua. 

4. Aktif bergerak

Tidak ada ruginya selalu aktif bergerak setiap hari, sehingga aliran darah ke otak tetap lancar dan menghindari risiko mengalami hipertensi. Dalam penelitian tahun 2015, aktivitas fisik rutin dapat menurunkan risiko demensia. 

5. Edukasi formal

Orang yang lebih lama menjalani edukasi formal terbukti berisiko lebih rendah mengalami Alzheimer dan masalah demensia lainnya. Terbiasa mendapatkan pengajaran lewat edukasi formal akan mengasah kemampuan kognitif, sehingga otak bisa memaksimalkan koneksi antar-saraf meski ada perubahan karena penuaan. 

6. Stimulasi otak

Aktivitas yang bisa menstimulasi otak juga dapat mengasah kemampuan kognitif seseorang, menurut Alzheimer’s Association. Salah satu triknya adalah dengan belajar hal baru, seperti memahami teknologi yang belum pernah diketahui sebelumnya. Dalam sebuah penelitian, lansia yang mengikuti kelas berdurasi 2 jam setiap minggunya untuk belajar menggunakan tablet komputer, memiliki kemampuan kognitif yang lebih cepat dan optimal. 

7. Bersosialisasi

Cara lain menjaga kesehatan otak adalah dengan bersosialisasi, baik menjaga relasi dengan teman lama atau membuka jejaring pertemanan baru. Dalam penelitian tahun 2018 lalu, lansia di Tiongkok yang konsisten dalam interaksi sosial berisiko lebih rendah mengalami demensia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lansia pikun

Sumber : Tempo.co

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top