Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IDI Prioritaskan Rapid Test Bagi Petugas Kesehatan Garda Terdepan

Pemerintah secara massal sudah melakukan rapid test, terutama untuk kelompok yang rentan tertular, termasuk tenaga medis di dalamnya.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 07 April 2020  |  13:21 WIB
Ketua Umum IDI, dr. Daeng M. Faqih (tengah) menerima donasi 1.000 alat rapid test Covid-19 dari Tokoin yang diwakili Reiner B. Rahardja - CEO Tokoin Group (kanan) dan Prevent Homedik yang diwakili Gabriella Christy- Finance Director (kiri) - istimewa
Ketua Umum IDI, dr. Daeng M. Faqih (tengah) menerima donasi 1.000 alat rapid test Covid-19 dari Tokoin yang diwakili Reiner B. Rahardja - CEO Tokoin Group (kanan) dan Prevent Homedik yang diwakili Gabriella Christy- Finance Director (kiri) - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Tenaga medis menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi virus corona (COVID-19) karena posisinya di garda terdepan dalam merawat dan berkontak erat dengan pasien yang terpapar virus corona.

Kondisi ini membuat tidak sedikit tenaga medis yang terinfeksi virus corona, jumlahnya pun terus bertambah setiap harinya. Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, per 3 April, sebanyak 95 orang tenaga medis dinyatakan positif corona, beberapa diantaranya harus gugur dalam perjuangannya melawan virus corona.

Berbagai pihak pun beramai-ramai memberikan bantuan dan donasi kepada tim medis, terutama dalam bentuk alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penularan virus corona kepada tenaga medis.

Namun, berbeda halnya dengan Tokoin, perusahaan startup blockchain global, bekerjasama dengan Prevent Homedik, memberikan bantuan 1.000 alat rapid test Covid-19 kepada para dokter dan tenaga medis yang disalurkan melalui organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Ketua Umum Pengurus Besar IDI Dr. Daeng M. Faqih, mengatakan saat ini pemerintah secara massal memang sudah melakukan rapid test, terutama untuk kelompok yang rentan tertular, termasuk tenaga medis di dalamnya. Namun, dengan jumlah dokter yang mencapai sekitar 200 ribu orang, dan perawat sebanyak 1 juta orang, kebutuhan akan APD maupun rapid test cukup besar.

“Bantuan sekarang ini agak khusus, biasanya APD. Sekarang agak beda bukan APD, tetapi yang didonasikan berupa rapid test. Bantuan ini akan kami prioritaskan kepada kawan-kawan petugas kesehatan yang berada di garda terdepan,” ujarnya, dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Selasa (7/4/2020).

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Tokoin Reiner Rahardja mengatakan, garda terdepan yang melawan virus corona sebetulnya semua masyarakat yang masih merasa sehat. Sedangkan tim medis merupakan garda pertahanan terakhir yang mencegah agar tidak lebih banyak nyawa melayang.

“Itulah kenapa kita harus mensupport garda terakhir agar tidak ikut tumbang,” tuturnya.

Sebagai generasi milenial pihaknya merasa terpanggil untuk turut berpartisipasi atas himbauan Presiden Joko Widodo yang memprioritaskan pengujian Rapid Test kepada tenaga medis dan ODP.

“Tokoin Indonesia bekerja sama dengan Prevent mengajak para milenial Indonesia ikut berpartisipasi dalam gerakan #MilenialMelawanCorona secara nasional. Pada fase pertama ini kami mendonasikan 1000 alat Rapid Test melalui IDI,” ujarnya

Adapun langkah ke depan, donasi yang masuk akan dikontribusikan untuk membantu mencukupi kebutuhan alat alat medis lainnya, karena saat ini alat-alat kebutuhan medis cukup langka dan kebutuhannya meningkat signifikan.

“Momen hari ini juga menjadi kick-off dari gerakan donasi masal yang kami lakukan secara besar melalui sistem blockchain, sehingga fase donasi berikutnya akan lebih banyak individu maupun perusahaan yang bisa ikut terlibat dalam mensupport garda medis kita”, ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apd ikatan dokter indonesia Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top