Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Temuan Baru! Virus Corona Betah Melayang di Ruangan Minim Ventilasi

Penelitian baru menemukan potongan-potongan materi genetik virus melayang di udara toilet rumah sakit, bagian dalam ruangan yang dijejali banyak orang.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 April 2020  |  21:10 WIB
Ilustrasi alat pelindung diri (APD) penanganan Covid-19. - Dok. Istimewa
Ilustrasi alat pelindung diri (APD) penanganan Covid-19. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Virus corona (Covid-19) ditemukan betah berlama-lama mengudara di dalam ruangan yang penuh sesak ataupun ruangan yang minim ventilasi.

Penelitian baru menemukan potongan-potongan materi genetik virus tersebut melayang di udara toilet rumah sakit, bagian dalam ruangan yang dijejali banyak orang, dan kamar-kamar di mana staf medis melepas alat pelindung.

Dalam melakukan penelitiannya, para peneliti, yang dipimpin oleh Ke Lan dari Wuhan Universitas, membuat semacam 'perangkap' aerosol (partikel yang tertahan di udara) di dua rumah sakit di Wuhan, China, kota asal virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

Mereka lalu menemukan aerosol di ruang-ruang perawatan, supermarket, dan bangunan tempat tinggal. Ada pula yang terdeteksi di toilet dan dua daerah yang dilewati banyak orang, termasuk ruang tertutup di dekat salah satu rumah sakit.

Konsentrasi yang tinggi utamanya muncul di ruangan-ruangan di mana staf medis melepas alat pelindung. Hal ini dapat menunjukkan bahwa partikel yang mencemari peralatan mereka kembali mengudara ketika masker, sarung tangan, dan pakaian mereka dilepas.

“Temuan ini menyoroti pentingnya ventilasi, membatasi keramaian, dan upaya sanitasi yang cermat,” ungkap para peneliti, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Pertanyaan tentang seberapa mudah virus corona dapat menyebar di udara telah menjadi bahan perdebatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan risiko itu terbatas pada keadaan-keadaan tertentu.

Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah kasus terinfeksi di seluruh dunia hingga menembus total 3 juta kasus per hari ini, para ilmuwan berusaha memahami dengan tepat bagaimana kontaminasi virus corona dapat terjadi.

Setiap orang diketahui mengeluarkan dua jenis droplet atau percikan cairan tubuh ketika mereka bernapas, batuk, atau berbicara.

Droplet yang lebih besar jatuh ke tanah sebelum menguap, sehingga menyebabkan kontaminasi sebagian besar melalui benda-benda di mana percikan itu mengendap. Adapun droplet lebih kecil, yang kemudian membentuk aerosol, bisa bertahan di udara selama berjam-jam.

Meski demikian, penelitian tersebut, yang diterbitkan di jurnal Nature Research pada Senin (27/4/2020), tidak berupaya memastikan apakah partikel-partikel yang ada di udara itu dapat menyebabkan infeksi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top