Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meskipun Kurang Tidur, Imun Tetap Harus Dijaga Selama Berpuasa

Ketika sistem kekebalan tubuh kita menjadi sangat vital, tetap harus dijaga selama berpuasa
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 April 2020  |  15:58 WIB
Ilustrasi - Dailyburn
Ilustrasi - Dailyburn

Bisnis.com, JAKARTA -- Bangun lebih awal untuk sahur dan salat subuh serta tidur larut setelah berbuka puasa dapat mengganggu pola tidur.

Ketika sistem kekebalan tubuh kita menjadi sangat vital, apakah pola tidur yang terganggu ini membuat kita lebih berisiko tertular infeksi virus corona?

Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa tidur meningkatkan efisiensi sel-T, bagian dari sistem kekebalan tubuh, respons terhadap komponen asing seperti virus, sehingga meningkatkan fungsi kekebalan tubuh yang lebih baik.

Protein yang dikenal sebagai sitokin juga merupakan bagian dari respon imun tubuh terhadap infeksi. Sitokin mengirim pesan ke sel yang tidak terinfeksi untuk mempersiapkan diri terhadap invasi dan memicu produksi enzim yang membantu melawan infeksi.

Dilansir melalui Al-Jazeera, Dokter NHS dan dosen senior di Inggris, Amir Khan, mengatakan penelitian telah menunjukkan bahwa sitokin tidak hanya bekerja paling baik selama tidur, tetapi sebenarnya diproduksi ketika seseorang tertidur.

"Selama bulan Ramadan akan sulit untuk mempertahankan tidur delapan jam yang direkomendasikan oleh para ahli secara konsisten, tetapi ada hal lain yang dapat menyiasatinya," tulis Khan seperti dikutip Kamis (30/4).

Jika jam tidur malam selama Ramadan menjadi cenderung lebih tidak teratur, Anda dapat menyiasatinya dengan tidur siang. Bagi sebagian orang yang bekerja dari rumah di tengah pembatasan sosial yang berlaku pengaturan waktu mungkin akan lebih fleksibel.

Jika Anda merasa mengantuk di siang hari, maka tidurlah selama 20 hingga 30 menit di ruangan yang tenang dan gelap untuk efek terbaik.

Kualitas tidur juga dapat dipengaruhi oleh apa yang Anda makan.

Godaan untuk terlalu memanjakan diri dengan makanan yang tidak sehat ketika saatnya berbuka puasa dapat mengakibatkan konsumsi makanan yang kaya kalori dan gula.

"Ini dapat mengurangi kualitas tidur di malam hari. Jadi, sesulit mungkin, cobalah untuk menyeimbangkan ini dengan alternatif yang lebih sehat," ungkap Khan.

Jelas bahwa tidur memiliki banyak manfaat, termasuk membantu menangkal infeksi. Tetapi apakah tidur yang lebih baik akan membantu pertahanan tubuh kita melawan virus corona?

Ini adalah penyakit baru, jadi tidak mungkin untuk mengatakan dengan pasti dulu. Namun, mengingat semua bukti bahwa tidur nyenyak dapat membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan infeksi apa pun, tentu saja tidak ada salahnya untuk dilakukan guna memerangi virus corona.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Puasa
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top