Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Studi : Masker Kurangi Jarak Napas Seseorang 90 Persen, Potensi Hentikan Penyebaran Virus

Sebagaimana diketahui, napas bisa mengandung tetesan air kecil yang beberapa di antaranya mungkin mengandung jejak virus. Para ahli mengatakan bahwa menutup mulut dan hidung dapat membantu melawan hal tersebut.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  11:01 WIB
Studi : Masker Kurangi Jarak Napas Seseorang 90 Persen, Potensi Hentikan Penyebaran Virus
Pabrik Lamborghini beralih fungsi produksi masker
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah studi baru menunjukkan bahwa masker atau penutup wajah dapat membantu menghentikan penyebaran virus corona dengan mengurangi jarak napas seseorang hingga lebih dari 90 persen.

Sebagaimana diketahui, napas bisa mengandung tetesan air kecil yang beberapa di antaranya mungkin mengandung jejak virus. Para ahli mengatakan bahwa menutup mulut dan hidung dapat membantu melawan hal tersebut.

Para ilmuwan di University of Edinburgh, Skotlandia menguji keefektifan tujuh jenis penutup wajah yang berbeda, termasuk masker kelas medis dan buatan rumah. Mereka menyebut bahwa semua jenis masker berpotensi membatasi penyebaran Covid-19.

Felicity Mehendale, ahli bedah di Centre for Global Health at the University of Edinburgh mengatakan bahwa temuan menunjukkan masker buatan tangan pekerja rumah bekerja sama baiknya dengna masker bedah untuk menghentikan napas pemakainya mengalir langsung ke hidung.

“Ini menunjukkan bahwa beberapa masker buatan tangan dapat mencegah pemakainya menginfeksi masyarakat,” katanya seperti dikutip Metro, Jumat (22/5).

Namun demikian, tim peneliti menemukan bahwa hanya topeng yang menutup sekitar wajah dengan ketat yang mampu mencegah semua partikel cairan yang sarat virus masuk ke dalam hidung atau mulut seseorang.

Dipimpin oleh para insinyur universitas, para peneliti menemukan beberapa masker memungkinkan partikel udara yang kuat untuk meloloskan diri dari sisi masker wajah dan penutup yang longgar.

Masker bedan dan masker buatan tangan yang diuji juga ternyata membatasi aliran napas ke depan, tetapi juga menghasilkan kebocoran ke sampung, belakang, atas, dan bawah. Napas berat dan batuk terbukti tetap menghasilkan partikel yang intens.

Ignazio Maria Viola dari School of Engineering mengatakan bahwa dirinya secara umum terkesan dengan efektivitas semua penutup wajah yang dilakukan pengetesan.

“Namun, kami menemukan bahwa beberapa masker memungkinkan munculnya partikel ke bawah atau ke belakang yang tidak disadari orang dan bisa menjadi bahaya besar bagi orang lain yang ada di sekitarnya,” ujarnya.

Jadi, penggunaan masker memang menawarkan perlindungan kepada seseorang ketika berpergian ke luar rumah, tetapi tetap ada peringatan bahwa hal itu tidak akan sepenuhnya mencegah orang dari terjangkit atau terinfeksi virus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona masker
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top