Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Langgar Hak Cipta, Film Dokumenter 'Planet of the Humans' Ditarik dari Youtube

Klaim hak cipta dari seorang fotografer asal Inggris mengharuskan Youtube menghapus film yang dikutuk oleh para ilmuwan iklim.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  16:31 WIB
Film Planet of The Humans dihapus oleh Youtube.
Film Planet of The Humans dihapus oleh Youtube.

Bisnis.com, JAKARTA - YouTube telah menghapus film dokumenter 'Planet of the Humans' produksi Michael Moore sebagai tanggapan atas klaim pelanggaran hak cipta oleh fotografer lingkungan asal Inggris.

Film yang dinilai tidak akurat dan menyesatkan oleh para ilmuwan dan aktivis iklim, diduga menggunakan klip tanpa izin milik Toby Smith, yang tidak menyetujui konteks film di mana kontennya digunakan.

Sebagai tanggapan, para pembuat film menyangkal telah melanggar aturan penggunaan dan menuduh kritikus mereka atas sensor bermotivasi politik.

Dilansir melalui Guardian, Smith mengajukan keluhan ke YouTube pada 23 Mei setelah mengetahui 'Planet of the Humans' menggunakan beberapa detik rekaman dari proyeknya, 'Rare Earthenware', yang merinci perjalanan mencari mineral tanah langka di pedalaman Mongolia.

Smith, yang sebelumnya sering meliput masalah energi dan lingkungan, mengatakan dia tidak ingin karyanya dihubungkan dengan sesuatu yang tidak dia setujui.

“Saya menghubungi YouTube langsung daripada ke pembuat film karena saya tidak tertarik untuk negosiasi. Saya tidak mendukung film dokumenter itu, saya tidak setuju dengan pesannya dan saya tidak suka penggunaan fakta yang menyesatkan dalam narasinya," ujarnya seperti dikutip melalui Guardian, Selasa (26/5/2020).

Sutradara 'Planet of the Humans', Jeff Gibbs mengatakan dia sedang bekerja dengan YouTube untuk menyelesaikan masalah ini dan mengunggah film secepat mungkin.

Dalam sebuah pernyataan, Gibbs mengatakan bahwa upaya menghapus film dan mencegah publik menyaksikannya adalah sebuah tindakan sensor dengan motif kritik politik dan menyalahgunakan hukum hak cipta.

"Sama sekali tidak ada pelanggaran hak cipta dalam film saya. Ini hanyalah upaya lain dari lawan untuk menumbangkan hak atas kebebasan berbicara," tuturnya.

'Planet of the Humans', yang telah disaksikan oleh lebih dari 8 juta orang sejak diluncurkan secara online bulan lalu, digambarkan sebagai "serangan frontal" pada sapi suci gerakan lingkungan.

Juru kampanye dan pemikir iklim veteran, seperti Bill McKibben dan George Monbiot, telah menunjukkan kesalahan faktual dalam film, rekaman usang dan promosi mitos tentang energi terbarukan yang disebarkan oleh industri bahan bakar fosil.

Banyak yang kecewa terhadap Moore, yang membangun reputasinya sebagai pembuat film sayap kiri dan pendukung hak-hak sipil, harus menghasilkan karya yang didukung oleh skeptis iklim dan thinktank sayap kanan.

Beberapa aktivis telah menandatangani petisi mendesak penghapusan film dokumenter yang mereka sebut menyesatkan dan tidak masuk akal".

Ilmuwan iklim Michael Mann mengatakan para pembuat film ini telah melakukan kerugian besar bagi kita (manusia) dan planet dengan distorsi informasi, setengah kebenaran dan kebohongan.

Pada saluran YouTube resmi Moore, tautan ke film telah digantikan oleh halaman yang menunjukkan informasi bahwa “Video tidak tersedia. Video ini tidak lagi tersedia karena klaim hak cipta oleh pihak ketiga."

Di situs Planet of the Humans, tautan untuk film berdurasi penuh juga sudah tidak dapat diakses meskipun trailer dan materi video lainnya berfungsi seperti biasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film manusia youtube planet
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top