Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Raksasa Farmasi, Merck Segera Kembangkan Vaksin Virus Corona dan Terapi Covid-19

Merck telah memilih untuk mendukung pengembangan EIDD-2801, senyawa yang dirancang untuk menghambat beragam virus yang menggunakan RNA sebagai bahan genetiknya, yang juga meliputi SARS-CoV-2.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  14:25 WIB
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA – Merck, salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia akhirnya mengumumkan bahwa mereka telah melakukan kesepakatan untuk mengembangkan dan memproduksi dua vaksin virus Corona (Covid-19) serta senyawa antivirus eksperimental yang sudah dalam uji klinis awal.

Roger Perlmutter, President Merck Research Laboratories, mengatakan perusahaan memang sengaja hadir agak ‘belakangan’ dalam perlombaan pengembangan vaksin dari pandemi yang telah menyerang lebih dari 5 juta orang di dunia.

“Sebagian besar proyek vaksin gagal, sangat sulit untuk membuat vaksin. Jadi, jika kami akan mulai membuat vaksin, kami ingin mempertimbangkan platform vaksin mana yang memiliki kemungkinan sukses terbesar,” katanya seperti dikutip Sciencemag, Rabu (27/5/2020).

DIa mengatakan bahwa menjadi pengembang vaksin pertama bukanlah prioritas perusahaan. Dia meyakini dunia akan membutuhkan lebih dari satu vaksin Covid-19 untuk memenuhi permintaan pasar dan populasi yang berbeda seperti orang tua dan anak juga memerlukan persiapan yang berbeda.

Salah satu kandidat vaksin Covid-19 yang diputuskan Merck untuk dikembangkan ialah vaksin yang menggunakan virus vesikular stomatitis (VSV) yang direkayasa untuk memindahkan gen protein permukaan virus ke dalam sel inang.

Merck sekarang berencana untuk mengembangkan vaksin Covid-19 berbasis VSV dalam kemitraannya dengan International AIDS Vaccine Initiative (IAVI), sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk untuk mendorong vaksin HIV dan memperluas portolofionya untuk pengembangan vaksin penyakit lain.

Mark Feinberg, Head of IAVI mencatat bahwa para ilmuwan IAVI telah bekerja dengan platform VSV untuk vaksin melawan demam Lassa, virus Marburh, dan virus Ebola yang beragam. Mereka sekarang mengembangkan VSV untuk melawan SARS-CoV-2.

“Beberapa suntikan berdasarkan analogi tujuan [untuk pengejaran vaksin Covid-19] sangat masuk akal di sini. Dengan 100 lebih kandidat vaksin, tidak semua dari mereka akan maju ke uji coba klinik atau dapat diproduksi dalam skala besar,” katanya.

Untuk proyek vaksin kedua, Merck telah mengakuisisi Themis, sebuah perusahaan Austria yang melisensikan platform berdasarkan vaksin campak yang didirikan dan dikembangkan di Pasteur Institute. Vaksin tersebut mengandung versi lemah dari virus yang menyebabkan campak.

Para ilmuwan telah menguji vaksin tersebut dan menunjukkan adanya fungsi sebagai pembawa gen dari berbagai patogen, termasuk virus corona yang menyebabkan sindrom pernapasan akut. Adapun, untuk menghadapi virus corona baru ini, peneliti akan menambahkan gen lonjakan dari SARS-CoV-2.

Perlmutter mengatakan baik IAVI maupun Themis belum menguji apakah kandidat vaksin ini dapat melindungi subjek penelitian seperti monyet dari infeksi virus atau gejala penyakit serius. Akan tetapi dia mengatakan keduanya telah membuktikan diri dalam studi manusia untuk penyakit lain.

“Kami memiliki keyakinan yang tinggi [bahwa mereka dapat bekerja],” katan Perlmutter. Dia menambahkan bahwa pendekatan ini hanya memerlukan satu suntikan karena virus akan menyalin sendiri dan berpotensi menghasilkan lonjakan tinggi yang menimbulkan respons imun kuat.

Sementara itu di sisi terapi, Merck telah memilih untuk mendukung pengembangan EIDD-2801, senyawa yang dirancang untuk menghambat beragam virus yang menggunakan RNA sebagai bahan genetiknya, yang juga meliputi SARS-CoV-2.

Merck bekerja sama dengan Ridgeback Biotherapetics yang melisensikan obat dari organisasi nirlaba di University of Emory yang disebut Drug Innovation Ventures at Emory (DRIVE). Ridgeback baru-baru ini dilaporkan telah memulai uji keamanan obat pada pasien sehat di Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merck vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top