Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akankah Penyakit Metabolik Meningkat Setelah New Normal?

Masyarakat yang memiliki penyakit metabolik diminta untuk tetap di rumah saja karena rentan tertular virus Corona (Covid-19).
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  11:59 WIB
Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus - Reuters
Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Penyebaran pandemi Covid-19 membuat seluruh perhatian tertuju pada penyakit yang disebabkan oleh virus corona (Covid-19). Kondisi ini menyebabkan penyakit-penyakit metabolik seperti serangan jantung, diabetes, dan hipertensi seolah terlupakan.

Roy Panusunan Sibarani Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Endokrin Metabolik mengatakan selama masa pandemi, masyarakat khususnya yang memiliki penyakit metabolik diminta untuk tetap di rumah saja karena rentan tertular virus Covid-19.

Hal ini membuat mereka yang memiliki penyakit tersebut menjadi kurang awas dan tidak dapat mengontrol penyakitnya ke rumah sakit.

“Hanya berfokus pada Covid 19 justru membuat orang jadi tidak awas terhadap penyakit metabolik. Padahal, penyakit metabolik itu adalah penyakit degeneratif. Dimana, makin tua kita, maka makin banyak kemungkinannya untuk kena penyakit diabetes, darah tinggi, dan gangguan kolesterol," ujarnya.

Menurutnya, ketika penyakit metabolik ini tidak terkontrol dan masyarakat tidak memperhatikan kesehatan selama di rumah saja, maka bisa jadi enam bulan pasca era Covid-19 selesai atau ketika era new normal mulai masuk, penderita penyakit metabolik ini bisa saja bertambah banyak.

“Misalnya, yang tadinya tidak diabetes jadi diabetes. Dari yang tadinya diabetes ringan, menjadi diabetes berat. Yang tadinya kolesterolnya biasa saja, malah jadi naik. Ini semua, karena pada saat WFH, mereka takut beli obat, tidak konsultasi ke dokter, dan banyak timbul kecemasan bahkan takut bertemu orang luar,” tuturnya.

Untuk mencegah timbulnya penyakit metabolik, dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Medis/Team Covid 19 RS Murni Teguh Sudirman Jakarta ini menyarankan masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang baik, dengan olahraga rutin, konsumsi makanan sehat serta bergizi.

Bagi yang sebelum masa pandemi Covid-19 rutin berolahraga di gym maka bisa menggantinya dengan olahraga di rumah saja. “Untuk mereka yang belum memiliki pola hidup baik pada saat pre-Covid 19, kini saatnya melakukan pola hidup yang baik. Dengan cara memperbaiki pola hidup, diantaranya dengan berolahraga teratur, tidur cukup, minum air putih cukup, makan makanan bergizi dan suplemen yang baik,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top