Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hati-Hati! Dexamethasone Obat Dewa yang Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Informasi seputar riset dexamethasone awalnya berasal dari laporan ketua tim peneliti dari the Ramdomised Evaluation of Covid-19 therapy (Recovery) trial on dexamethasone dari Universitas Oxford Inggris.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  11:22 WIB
Dexamethasone
Dexamethasone

Bisnis.com, JAKARTA - Menyusul kabar dexamethasone diketahui bisa mengobati pasien covid-19 dan menghindari kematian, popularitasnya menjadi naik daun.

Informasi seputar riset dexamethasone awalnya berasal dari laporan ketua tim peneliti dari the Ramdomised Evaluation of Covid-19 therapy (Recovery) trial on dexamethasone dari Universitas Oxford Inggris.

Riset ini belum dipublikasi di jurnal kedokteran tetapi informasi awal efektifitas obat ini sudah dipublikasi. Melihat hasil penelitian ini yang memang akan segera di publikasi melalui jurnal kedokteran, dexamethasone menjadi obat pertama yang dapat memperbaiki survival pasien covid-19.

Penelitian ini dilakukan pada 2.104 pasien yang mendapat dexamethasone 6 mg/hari baik secara oral atau intra vena selam 10 hari dan dibandingkan dengan 4321 pasien yang tidak mendapat tambahan obat dexamethasone. Pada pasien-pasien yang tidak mendapatkan dexamethasone angka kematian tertinggi terjadi pada pasien yang membutuhkan ventilator sebanyak 41%.

Sedangkan pasien yang hanya menggunakan oksigen angka kematian hanya 25% sedang pasien yang tidak membutuhkan intervensi respirasi angka kematian 13%.

Pada kelompok pasien yang mendapatkan dexamethasone ternyata terjadi penurunan kematian 1/3 kasus yang membutuhkan ventilator, hanya 1/5 pada kelompok pasien yang mendapatkan oksigen.

Sedang pada kelompok pasien yang tidak membutuhkan bantuan respirasi pemberian dexamethasone tidak mempengaruhi angka kematian. Jadi jelas dari hasil penelitian ini bahwa dexamethasone mempunyai efek terapi pada pasien infeksi covid-19 dengan infeksi yang berat dan sedang dan tidak mempunyai efek pada pasien covid-19 yang ringan.

Informasi ini penting diketahui oleh masyarakat kedokteran dan masyarakat umumnya. Untuk kasus yang ringan saja tidak efektif apalagi jika obat ini digunakan untuk pencegahan infeksi covid-19.

Dr Ari Fahrial Syam, Dekan FK Universitas UI dalam keterangannya menjelaskan  dexamethasone sendiri merupakan obat murah dan juga tersedia di puskemas. Dexamethasone termasuk golongan steroid. Obat ini memang sering dijuluki sebagai 'obat dewa' karena efek terapinya yang cepat.

Misal ketika seseorang sedang gatal karena alergi baik merah atau bentol pada kulit dan gatal akan hilang dengan cepat.Obat ini digunakan juga sebagai obat radang, antara lain untuk pasien2 radang sendi dan berbagai bengkak karena peradangan. Kerja cepat dari obat ini dan dapat diindikasi pada berbagai pernyakit maka obat ini, sering disebut sebagai obat dewa.

Bahkan untuk beberapa kanker kelompok steroid ini juga digunakan untuk kombinasi dengan obat anti kanker sebagai kemoterapi. Obat golongan steroid ini juga digunakan untuk beberapa kelainan darah, asma, alergi pada mata dan THT, penyakit autoimun, karena memang steroid bisa menekan sistim imunitas tubuh kita.

Sepertinya khasiat anti inflamasi ini yang dimanfaatkan dari obat dexamethasone untuk pasien dengan infeksi covid-19 yang berat yang memang terjadi peningkatan reaksi inflamasi.
Sebagai obat yang sering disebut sebagai obat dewa karena khasiatnya tadi, obat ini juga mempunyai efek samping yang harus menjadi perhatian baik oleh dokter maupun pasien.

"Efek samping terutama pada penggunaan jangka panjang. Pada penggunaan jangka pendek pasien bisa merasakan sakit pada lambung, sampai mual dan muntah, sakit kepala, nafsu makan meningkat, sulit tidur dan gelisah. Timbul jerawat pada kulit," tulisnya.

Dia menjelaskan untuk pasien yang menggunakan dexamethasone jangka panjang akan menyebabkan terjadi moon face (wajahnya bengkak seperti bulan), terjadi peningkatan kadar gula darah, tekanan darah meningkat, tulang keropos (osteoporosis), daya tahan tubuh menjadi turun sehingga rentan terhadap infeksi.

Bahkan, interaksi obat juga bisa terjadi yang bisa meningkatkan efek samping pada pasien-pasien yang sudah mempunyai riwayat sakit maag sebelumnya.

Pasalnya, kombinasi steroid dengan obat anti radang non steroid missal fenilbutazone, asam mefenamat, natrium diklofenak termasuk dengan golongan coxib yang biasa digunakan untuk radang sendi dapat menyebabkan komplikasi lambung yang serius, seperti pendarahan lambung sampai bisa menyebabkan kebocoran lambung dan usus dua belas jari yang bisa fatal buat pasiennya.

"Masyarakat harus bijak dalam mendengar dan membaca informasi seputar hasil penelitian seputar obat dexamethasone ini, obat ini terbukti efektif untuk mengurangi risiko kematian pada pasien covid-19, tetapi obat ini mempunyai catatan efek samping yang panjang sehingga harus digunakan sesuai petunjuk dokter," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Dexamethasone
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top