Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ahli dari Italia Sebut Virus Corona Melemah dan Dapat Mati Tanpa Vaksin

Dilansir dari Metro UK, Senin (22/6) Matteo Bassetti, profesor spesialis penyakit menular dari Santa Maria Misericordia University Hospital megklaim bahwa virus corona telah berubah dari ‘harimau agresif’ menjadi ‘kucing liar’.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  12:01 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Ahli dan peneliti dari Italia mengungkapkan pandemi virus corona baru atau Covid-19 yang melanda seluruh dunia bisa berakhir dengan sendirinya, tanpa membutuhkan vaksin apa pun.

Dilansir dari Metro UK, Senin (22/6) Matteo Bassetti, profesor spesialis penyakit menular dari Santa Maria Misericordia University Hospital mengklaim bahwa virus corona telah berubah dari ‘harimau agresif’ menjadi ‘kucing liar’.

Dia menambahkan bahwa masyarakat mungkin tidak akan memerlukan vaksin virus karena nantinya virus itu akan mati dengan sendirinya, “Rasanya seperti harimau yang agresif pada Maret dan April lalu, tapi sekarang seperti seekor kucing liar,” katanya.

Dia melanjutkan bahkan pasien berusia tua dengan rentang 60 hingga 80 tahun sekarang ini dapat duduk di tempat tidur mereka dan tanpa bantuan alat pernapasan. Pasien yang sama akan meninggal dalam dua atau tiga hari pada bulan-bulan sebelumnya.

Menurutnya, virus corona baru berubah dalam tingkat keparahan selama empat minggu terakhir, dan virus itu berubah menjadi lebih lemah. Ada beberapa penjelasan yang mungkin dalam konteks ini, termasuk upaya lockdown yang menyebabkan orang terpapar dengan dosis yang lebih kecil.

Namun demikian, sejumlah ilmuwan lain dengan tegas membantah apa yang disampaikan oleh Bassetti. Angela Rasmussen dari Columbia University mengatakan bahwa tidak ada bukti apa pun yang mengungkap virus corona telah kehilangan potensi berbahayanya.

Oscar MacLean dari University of Glasgow menambahkan bahwa membuat klaim ini berdasarkan pengamatan anekdotal dari tes swab sangatlah berbahaya.

Dia melanjutkan walaupun pelemahan virus melalui mutasi secara teori sangat memungkinkan, tetapi itu bukan sesuatu yang bisa dijadikan harapan. Setiap klaim yang bersifat demikian memerlukan verifikasi dengan cara yang sistematis.

“Tanpa bukti yang jauh lebih kuat, tidak seorang pun seharusnya meremahkan bahaya yang ditimbulakn oleh virus yang sangat ganas ini, dan berisiko terhadap respons masyarakat yang sedang mengalami pandemi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top