Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Amankah Gelas Pakai Ulang Digunakan selama Covid-19?

Menurut Greenpeace USA, plastik sekali pakai tidak secara inheren lebih aman ketimbang produk-produk reusable.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  14:44 WIB
Gelas reusable - Istimewa
Gelas reusable - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Barang-barang yang dapat dipakai ulang (reusable) dinilai aman untuk digunakan selama pandemi Covid-19 asalkan tetap memberlakukan praktik-praktik kebersihan dasar.

Menurut Greenpeace USA, produk plastik sekali pakai (disposable) tidak secara inheren lebih aman ketimbang produk-produk reusable karena virus dapat tetap menular di kedua permukaan untuk waktu yang bervariasi.

“Baik dapat dipakai ulang atau sekali pakai, produk-produk tersebut dapat dibersihkan dengan disinfektan rumah tangga yang banyak digunakan, seperti sabun dan deterjen,” demikian terang organisasi lingkungan global itu melalui pernyataan yang didukung oleh lebih dari 100 pakar kesehatan di seluruh dunia.

Kekhawatiran akan penularan virus corona penyebab Covid-19 telah mendorong konsumsi produk plastik sekali pakai secara global, termasuk alat pelindung diri, peralatan medis, dan kemasan pengiriman.

Greenpeace memperingatkan bahwa penggunaan bahan sekali pakai akan berdampak negatif terhadap lingkungan dan melemahkan upaya global selama bertahun-tahun yang bertujuan mengurangi polusi plastik.

"Sangat mengejutkan menyaksikan industri plastik mengambil keuntungan dari pandemi ini untuk mempromosikan produk plastik yang dapat dibuang,” ujar pemimpin proyek global Greenpeace USA, Graham Forbes, seperti dilansir dari Bloomberg.

“Sangat penting bagi bisnis dan pemerintah untuk mengetahui bahwa ketika mereka membuka kegiatan kembali, sistem-sistem yang dapat dipakai ulang bisa digunakan dengan aman untuk melindungi lingkungan serta pekerja dan pelanggan kita,” urainya.

Pandemi Covid-19 telah memperbarui komitmen terhadap kebersihan. Penjualan plastik seperti polystyrene terdorong karena konsumen mengesampingkan prioritas lingkungan sebagai upaya untuk menjauhi virus mematikan itu.

Sekitar 15 juta ton polystyrene diproduksi secara global setiap tahun. Bahan ini digunakan dalam mobil, ventilator rumah sakit, serta cangkir kopi dan kemasan makanan yang dapat dibawa pulang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

greenpeace plastik
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top