Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Para Ahli Nyatakan Wadah Daur Ulang Aman Digunakan Selama Pandemi Covid-19

Di tengah kekhawatiran isu lingkungan untuk mengurangi limbah plastik sekali pakal, pandemi juga menimbulkan kekhawatiran bahwa wadah makanan atau minuman yang digunakan kembali bisa meningkatkan penularan virus.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  16:23 WIB
Gelas daur ulang
Gelas daur ulang

Bisnis.com, JAKARTA – Lebih dari 100 ilmuwan bakal menerbitkan pernyataan untuk meyakinkan publik luas bahwa wadah yang dapat digunakan kembali (reusable) aman dipakai selama masa pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Di tengah kekhawatiran isu lingkungan untuk mengurangi limbah plastik sekali pakal, pandemi juga menimbulkan kekhawatiran bahwa wadah makanan atau minuman yang digunakan kembali bisa meningkatkan penularan virus.

Beberapa kafe di sejumlah negara telah berhenti menerima gelas reusable selama masa pandemi, yang menimbulkan kekhawatiran serupa. Namun demikian, sekelompok ilmuwan yang terdiri dari 119 orang dari 18 negara menyatakan hal tersebut aman untuk dilakukan.

Pernyataan para ilmuwan yang meliputi ahli epideniologi, ahli virologi, ahli biologi, ahli kimia, dan dokter, menyebut wadah reusable dapat dipakai dengan menerapkan standar kebersihan dasar yang dikeluarkan lembaga-lembaga kesehatan selama pandemi.

Charlotte K Williams, profesor kimia di University of Oxford mengatakan bahwa masyarakat harus optimistis bisa keluar dari krisis Covid-19, sembari bertekad memecahkan masalah berbahaya terkait dengan plastik dan lingkungan.

“Dalam hal tanggapan masyarakat umum terhadap krisis Covid-19, kita harus melakukan segala upaya untuk menghindari konsumsi berlebihan plastik sekali pakai, terutama dalam pengemasan,” katanya seperti dikutip The Guardian, Senin (22/6).

Bukti menunjukkan bahwa virus menyebar utamanya dari proses menghirup tetesan aerosol, bukan melalui kontak dengan permukaan. Studi menunjukkan virus dapat bertahan di permukaan tergantung pada bahannya.

Jadi, untuk mencegah penularan terjadi, masyarakat harus berasumsi bahwa setiap permukaan di ruang publik dapat terkontaminasi oleh virus. Oleh sebab itu, disarankan untuk mencuci wadah dan tempat apa pun terlebih dahulu menggunakan air panas dan deterjen atau sabun.

Nina Schrank, juru kampanye di Greenpeace UK mengatakan bahwa semakin banyak masyarakat yang menggunakan gelas atau botol reusable, maka semakin besar kontribusinya untuk mengurangi plastik bekas sehingga melindungi satwa liar dan lingkungan.

“Covid-19 telah mengubah banyak rutinitas kita. Sangat bagus ada lebih dari 100 pakar yang telah meyakinkan kami bahwa penggunaan wadah reusable bisa dipakai dengan aman untuk makanan, minuman, dan yang lainnya jika dicuci dengan benar,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daur ulang Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top