Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CDC Tambah Gejala Baru Virus Corona, Ini Perinciannya

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah memperbarui daftar resmi gejala Covid-19 sejak pandemi merebak dengan penelitian yang dilakukan setiap ada perkembangan terbaru.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  17:20 WIB
Radang sendi - Istimewa
Radang sendi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketika virus corona pertama kali diidentifikasi di China, pasien tampaknya mengembangkan setidaknya satu dari tiga gejala: demam, batuk kering, dan sesak napas.

Namun, data tersebut dipatahkan oleh fakta bahwa sebagian besar pasien yang diuji untuk virus memiliki gejala yang lebih parah dan memerlukan rawat inap.

Dilansir melalui Business Insider pada Minggu (28/6), Ketika virus berkembang menjadi pandemi, para dokter telah mengamati lebih banyak gejala tambahan.

Beberapa pasien melaporkan nyeri otot, sementara yang lain mengalami pembengkakan pada jari hingga terlihat seperti membeku (frostbitten).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah memperbarui daftar resmi gejala Covid-19 sejak pandemi merebak dengan penelitian yang dilakukan setiap ada perkembangan terbaru.

Baru-baru ini, CDC menambahkan kelelahan, diare, hidung tersumbat atau pilek, dan mual atau muntah dalam daftar gejala Covid-19.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa virus itu dapat menginfeksi jantung, ginjal, hati, dan usus. Virus corona juga dapat menyebabkan komplikasi tambahan seperti kerusakan jantung atau gagal ginjal akut.

Menurut CDC, gejala-gejala ini biasanya muncul dua hari hingga dua pekan setelah terpapar virus.

Berikut adalah ikhtisar tentang bagaimana setiap gejala bermanifestasi di antara pasien Covid-19 yang umum dilaporkan.

1. Demam atau kedinginan

Sebuah laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia pada Februari menemukan bahwa dari hampir 56.000 kasus yang dikonfirmasi di laboratorium di China, sekitar 88% pasien mengalami demam.

2. Batuk

Laporan WHO menemukan bahwa 68% pasien menderita batuk kering. Tetapi sebuah penelitian di Wenzhou, China menemukan bahwa sekitar sepertiga pasien (13 dari 53) menderita batuk basah.

3. Napas pendek atau sulit bernapas

Sekitar 20% pasien mengalami sesak napas, yang bagi dokter dianggap sebagai salah satu gejala yang paling memprihatinkan.
Kesulitan bernafas bisa merupakan tanda awal pneumonia atau sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), penyakit yang seringkali fatal yang mungkin memerlukan intubasi.

4. Kelelahan

Laporan WHO menemukan bahwa 38% pasien mengalami kelelahan akibat Covid-19. Studi di Wuhan menemukan gejala ini menjadi lebih umum: 70% dari pasien mengalami kelelahan.

5. Nyeri pada otot

Dalam sebuah studi di Wuhan, 35% pasien mengalami nyeri atau sakit pada otot, meskipun hanya 10% pasien dalam studi Wenzhou menunjukkan gejala yang sama.

6. Sakit kepala

Radang tenggorokan dan sakit kepala tampaknya mempengaruhi jumlah pasien yang sama: sekitar 14%, menurut WHO. Studi di Wuhan, misalnya, menemukan bahwa sekitar 17% pasien menderita sakit tenggorokan, sementara kurang dari 7% menderita sakit kepala.

7. Kehilangan indera perasa atau bau

CDC memasukkan hilangnya indera perasa dan bau sebagai gejala Covid-19, tetapi masih belum jelas seberapa umum gejala itu terjadi.

Pertimbangannya masih berada di tengah-tengah setelah penelitian pada bulan Mei menunjukkan bahwa sekitar 53% pasien virus corona mengalami disfungsi indera perasa atau bau. Penelitian di Spanyol menunjukkan bahwa hampir 40% pasien Covid-19 kehilangan indera tersebut, daripada 12% pasien yang hanya terkena flu biasa.

8. Sakit tenggorokan

Radang tenggorokan dan sakit kepala tampaknya mempengaruhi jumlah pasien yang sama: sekitar 14%, menurut WHO. Studi di Wuhan menemukan bahwa sekitar 17% pasien menderita sakit tenggorokan, sementara kurang dari 7% menderita sakit kepala.

9. Hidung tersumbat atau berair

Menurut WHO, hidung tersumbat bukanlah gejala yang umum, tetapi beberapa pasien mengidapnya. Hampir 5% pasien dalam laporan WHO mengeluhkan hidung tersumbat.

10. Mual atau muntah

Rumah sakit mencatat gejala gastrointestinal seperti diare, mual, atau muntah yang mungkin merupakan tanda awal gejala infeksi virus.
Hanya 5% pasien virus corona dalam laporan WHO yang mengalami mual atau muntah, dan 4% lainnya mengalami diare.

11. Diare

Hampir 13% pasien dalam penelitian Wenzhou mengalami diare. Demikian pula, studi pasien di Wuhan menemukan bahwa 10% mengalami diare dan mual, sementara kurang dari 4% mengalami muntah. Studi ini menemukan bahwa diare dan mual biasanya muncul satu hingga dua hari sebelum demam dan kesulitan bernafas muncul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top