Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ilmuwan Temukan Virus Flu Baru di China Yang Berpotensi Sebabkan Wabah Baru

Dena Grayson, Pakar Penyakit Menular membuat postingan di akun Twitternya, yang menyebut bahwa para peneliti telah memperingatkan jenis flu baru di China yang mirip dengan flu H1N1 2009 dan berpotensi menimbulkan pandemi
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  10:03 WIB
Partikel virus flu babi (influenza tipe A subtipe H1N1) - NIAID
Partikel virus flu babi (influenza tipe A subtipe H1N1) - NIAID

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah strain flu babi baru telah ditemukan di China. Virus itu dilaporkan bisa membuat lompatan dari hewan ke manusia dan memiliki potensi untuk menjadi pandemi.

Dena Grayson, Pakar Penyakit Menular membuat postingan di akun Twitternya, yang menyebut bahwa para peneliti telah memperingatkan jenis flu baru di China yang mirip dengan flu H1N1 2009 dan berpotensi menimbulkan pandemi.

“Virus ini menginfeksi babi tetapi juga dapat menginfeksi manusia. Ini bukan tidak mungkin, adalah virus pandemi berikutnya yang akan muncul,” tulisnya di postingan Twitter @DrDenaGrayson.

Dilansir dari Express, Selasa (30/6) virus tersebut telah ditemukan di negara0negara dengan persediaan babi melimpah dan para ilmuwan telah mengumumkan bahwa virus dapat menginfeksi manusia.

Pera peneliti pertama kali mendeteksi virus tersebut pada manusia yang telah bekerja di rumah pemotongan hewan, yang berhubungan dengan industri babi China. Orang tersebut dilaporkan menjadi sakit karena virus.

Adapun, vaksin flu yang ada tidak menawarkan perlindungan utuh terhadap virus jenis baru ini. Penelitian sedang dilakukan untuk melihat apakah inokulasi saat ini dapat disesuaikan agar efektif terhadap virus tersebut.

Kin-Chow Chang, Profesor dari University of Nottingham mengatakan bahwa kondisi saat ini memang sedang krisis karena virus corona yang menyebabkan pandemi Covid-19. Akan tetapi, publik tidak boleh melupakan jenis virus baru yang berpotensi bahaya.

“Sementara virus baru ini bukan merupakan masalah yang sedang dihadapi. Kita seharusnya tidak mengabaikannya,” katanya dalam sebuah wawancara kepada BBC.

Salah satu kekhawatiran yang ditakutkan adalah bahwa virus baru ini dapat bermutas lebih lanjut dan dapat ‘mengudara’, yang memberikannya kemampuan untuk menyebar secara eksponensial dan menyebabkan wabah.

Strain virus baru itu disebut memiliki semua ciri yang sangat sesuai untuk dapat menginfeksi manusia. Oleh karenanya, para ilmuwan di China saat ini juga sedang mempelajari virus tersebut dengan cermat, disamping terus mengumpulkan informasi tentang virus SARS-CoV-2.

Jenis flu baru yang terdeteksi itu mirip dengan flu babi 2009, tetapi mungkin mengembangkan atribut yang bisa membuatnya jauh lebih mematikan. Para ilmuwan menamai virus itu dengan sebutan G4 EA H1N1.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus pandemic bonds
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top