Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inovasi dan Masa Depan Industri Musik di Era New Normal

Digital platform menjadi sarana baru yang banyak digunakan musisi untuk terhubung dengan para penikmat musiknya, sekaligus menjadi saluran bagi mereka untuk berkarya.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  23:06 WIB
Konser musik dine-in digelar untuk menghibur masyarakat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). - @madslanger
Konser musik dine-in digelar untuk menghibur masyarakat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). - @madslanger

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 telah mengubah wajah sejumlah industri, termasuk industri pertunjukan musik. Data dari Koalisi Seni Indonesia menyebutkan bahwa pada bulan Maret 2020, terdapat sekitar 40 konser, tur, serta festival musik yang dibatalkan atau ditunda.

Kiki Ucup, Strategic Planner demajors dan Program Director Synchronize Festival, mengatakan bahwa pandemi ini memang  tidak sepenuhnya mengubah industry pertunjukan music. Namun, para pemain semakin tertantang untuk lebih kreatif dan inovatif beradaptasi dalam tatanan dunia baru.

“Ini memungkinkan adanya penyelarasan dengan dunia digital dan tentunya tetap harus sejalan dengan protokol yang ditetapkan pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Armand Maulana, musisi senior dan juga vokalis band GIGI mengatakan bahwa dirinya dan para musisi lainnya, harus beradaptasi agar industri musik tetap berjalan, dengan mentaati protokol yang harus dijalankan.

“Inovasi menjadi suatu keharusan agar musisi bisa survive,” ujarnya, dalam rilis yang diterima Bisnis, Kamis (9/9/2020).

Armand pun merujuk pada konser virtual dan kolaborasi dengan platform digital yang akhirnya menjadi opsi dan peluang baru. Digital platform menjadi sarana baru yang banyak digunakan musisi untuk terhubung dengan para penikmat musiknya, sekaligus menjadi saluran bagi mereka untuk berkarya.

Bens Leo, pengamat musik, menambahkan bahwa digitalisasi dan inovasi menjadi suatu keharusan yang akan dialami industri musik dan juga pertunjukan musik. Menurutnya, pandemi ini di sisi lain menghasilkan banyak inovasi baru, seperti konser musik virtual “Konser 7 Ruang” yang dimeriahkan banyak penyanyi ternama.

Selain itu, ada pula lagu “Lathi” dari grup Weird Genius yang diproduksi di tengah pandemi dan mendapatkan banyak views di platform digital. “Justru di tengah kondisi ini para pemain industri musik semakin tertantang untuk lebih kreatif dan inovatif,” tuturnya.

Menurut data Digital Report 2020 dari Hootsuite, jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat sekitar 17 persen. Konsumsi internet pun meningkat selama pandemi ini jika melihat dari data beberapa penyedia layanan telekomunikasi.

Dari jumlah 175,4 juta pengguna internet di Indonesia, terdapat lebih dari 80 persen yang melakukan streaming musik, dan 99 persen yang menonton konten video online. Merujuk pada data ini, kolaborasi antara industri musik dan platform digital pun terasa semakin lumrah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

digital konser musik musisi covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top