Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Hal Penting yang Wajib Anda Ketahui Tentang Hand Sanitizer

Tenaga kesehatan menganjurkan untuk menggunakan pembersih tangan dengan setidaknya 60 persen alkohol agar efektif.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  18:26 WIB
Penumpang menggunakan antiseptik atau hand sanitizer di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Penumpang menggunakan antiseptik atau hand sanitizer di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Hand Sanitizer dan masker telah menjadi bagian penting dari kehidupan normal baru kita. Walaupun dokter menganjurkan mencuci tangan dengan sabun dan air jika dibandingkan dengan menggunakan pembersih tangan, kita sering menemukan diri kita dalam situasi di mana kita dibiarkan tanpa pilihan selain menggunakan hand sanitizer.

Karena penggunaan pembersih tangan telah meningkat sangat banyak dalam enam bulan terakhir, kita harus benar-benar berhati-hati tentang apa yang kita gunakan sehingga tidak berbahaya. Dikutip dari Times of India, ini bagaimana pembersih tangan dapat memengaruhi kesehatan Anda dalam berbagai cara:

1. Saat mengandung triclosan, bukan alkohol

Dianjurkan untuk menggunakan pembersih tangan dengan setidaknya 60 persen alkohol agar efektif. Tetapi beberapa pembersih yang tidak mengandung alkohol mengandung triclosan.

Triclosan adalah agen antibakteri yang kuat dan digunakan dalam pestisida. Ini dapat dengan mudah diserap oleh kulit Anda, yang dapat mempengaruhi fungsi tiroid Anda dan dapat merusak hati dan otot Anda. Berikut adalah tiga kesalahan yang tidak boleh Anda lakukan saat menggunakan pembersih tangan.

2. Jangan menggunakan pembersih tangan tepat sebelum makan

Banyak dari kita menggunakan pembersih tangan tepat sebelum makan sesuatu tanpa menyadari berapa banyak bahan kimia yang kita konsumsi ketika kita melakukannya. Pembersih tangan memiliki banyak bahan kimia dan sering menelannya dapat membahayakan kekebalan Anda, terutama pada anak kecil.

Jika anak-anak mengkonsumsi pembersih tangan, itu dapat menyebabkan keracunan alkohol dan merusak sistem kekebalan tubuh mereka sedemikian rupa sehingga berada pada mode penerbangan konstan. Kekebalan yang lemah membuat seseorang rentan terhadap penyakit.

3. Jangan membeli pembersih tangan beraroma

Ketika pembersih tangan beraroma, itu berarti mereka penuh dengan lebih banyak racun dan bahan kimia. Aroma sintetis memiliki bahan-bahan berbahaya yang merupakan pengganggu endokrin, yang meniru hormon yang dapat mengubah perkembangan genetik.

4. Dapat menyebabkan luka bakar parah

Bukan hanya ini, pembersih tangan juga dapat menyebabkan kerusakan fisik. Alkohol pembersih tangan membuatnya sangat mudah terbakar. Jika Anda menggunakan pembersih tangan di tangan Anda dan mendekati api, itu dapat menyebabkan luka bakar.

Insiden luka bakar telah dilaporkan karena penggunaan pembersih tangan. Bukan hanya ini, dilaporkan sebuah mobil terbakar karena pembersih tangan disimpan di dalamnya. Ini bisa terjadi ketika pembersih tangan yang disimpan di mobil Anda tidak tertutup rapat. Uap dapat terus menumpuk di dalam mobil dan menjadikannya kamar gas. Percikan kecil di suatu tempat juga bisa menyala.

5. Jangan membersihkan masker Anda dengan pembersih tangan

Banyak dari kita berpikir bahwa cara terbaik untuk membersihkan masker kita adalah dengan mencelupkannya ke dalam air, tetapi ternyata tidak. Melakukan hal itu dapat menjebak uap sanitizer dalam masker dan ketika Anda memakai masker setelah ini, asap ini dapat menyebabkan mual dan muntah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona masker hand sanitizer Normal Baru
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top