Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bahaya Rokok Elektrik di Tengah Pandemi Virus Corona

Orang-orang yang pernah merokok dan sedang mengonsumsi rokok elektrik lebih rentan terinfeksi virus corona (Covid-19).
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  06:44 WIB
Perokok lebih rentan terinfeksi virus corona (Covid-19) dan berpotensi terserang penyakit pemberat lainnya. - FOTO REUTERS
Perokok lebih rentan terinfeksi virus corona (Covid-19) dan berpotensi terserang penyakit pemberat lainnya. - FOTO REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Tren konsumsi rokok di tengah pandemi semakin meningkat. Kondisi ini menjadi alarm bagi dunia kesehatan Indonesia di tengah pandemi corona.

Perokok 14 kali lebih berisiko terserang pandemi virus corona. Belakang muncul hoax bahwa rokok elektrik/vape lebih sehat daripada rokok konvensional.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI memaparkan bahwa rokok elektrik/vape sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Rokok konvensional sama seperti rokok elektrik/vape yang memiliki sifat candu dan menimbulkan beberapa risiko.

Kemenkes mengungkapkan bahwa rokok elektrik sangat berbahaya bagi remaja, sebab bakal mengganggu perkembangan otak, menyebabkan gangguan psikologi dan masalah pembelajaran.

Rokok elektrik mengandung karsinogenik (zat pemicu kanker) seperti tobacco specific nirosamines (TSNA), diethylene glysol (DEG), otoluidine, acrolein, formaldehyde, naphylamine.

Mengutip dari Instagram Ditjen P2P Kemenkes, berikut bahaya dari rokok elektronik atau elektrik:

Efek candu nikotin:

- Nikotin bisa memicu depresi pada tubuh manusia

- Saluran pernapasan mudah terganggu sehingga napas akan lebih lebih mudah tersengal-sengal

- Kerusakan paru permanen

- Kanker paru- Penyempitan pembuluh darah

- Kematian

Sementara itu, propilen glikol pada likuid rokok elektrik bisa mengiritasi paru-paru dan mata, menimbulkan  asma, sesak napas dan obstruksi jalan napas.

Nah, untuk menarik remaja mengonsumsi rokok elektrik, maka likuid diberikan penambah rasa. Malangnya, tak banyak orang-orang yang mengerti risiko dari penambah rasa rokok elektrik.

Penambah rasa pada rokok elektrik dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis. Nah, setelah mengetahui risiko merokok elektrik, apakah masih tetap kecanduan merokok?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perokok tips sehat bahaya merokok rokok elektrik
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top