Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabar Baik, Imunoterapi Aman untuk Pasien dengan Covid-19 dan Kanker

Data terbaru tersebut disajikan oleh Layne Weatherford, doktor di University of Cincinnati yang bekerja di lab Trisha Wise Draper
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  12:16 WIB
Sel kanker - Istimewa
Sel kanker - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Data awal dari para peneliti di University of Cincinnati Cancer Center menunjukkan bahwa imunoterapi tidak selalu memperburuk komplikasi bagi pasien dengan penyakit Covid-19 dan kanker.

Data terbaru tersebut disajikan oleh Layne Weatherford, doktor di University of Cincinnati yang bekerja di lab Trisha Wise Draper. Dia menuturkan bahwa ada banyak komplikasi Covid-19 dihasilkan dari respons imun yang terlalu aktif, yang mengarah pada peningkatan produksi protein yang disebut sitokin.

Peningkatan produksi protein ini, lanjutnya, dapat menyebabkan sejumlah masalah lain seperti gagal napas. Pasien dengan kanker lebih rentan lagi terhadap infeksi Covid-19 serta komplikasi parah yang bisa ditimbulkan.

“Ada banyak pasien dengan kanker dirawat dengan imunoterapi, yang mengaktifkan sistem kekebalan terhadap kanker untuk menghancurkannya. Pada pasien dengan Covid-19 dan kanker, tim berpikir bahwa imunoterapi dapat meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh, yang mungkin sudah terlalu aktif karena infeksi Covid-19,” katanya seperti dikutip Science Daily, Selasa (21/7).

Dengan demikian, lanjutnya, ada anggapan bahwa mengobati pasien kanker yang juga terinfeksi Covid-19 dengan metode imunoterapi dapat mengakibatkan masalah kesehatan pada pasien yang lebih buruk dan hasil keseluruhannya juga demikian.

Oleh sebab itu, dia bersama tim melakukan penelitian apakah imunoterapi menyebabkan peningkatan produksi protein sitokin oleh sel-sel kekebalan tubuh dari pasien Covid-19. Hasilnya, temuan awal menunjukkan bahwa imunoterapi tidak berdampak signifikan.

Para peneliti melakukan penelitian ini menggunakan sampel darah dari pasien dengan kanker yang diambil dari UC Covid-19 biorepository. Kris Hudock, profesor di UC College of Medicine mengatakan bahwa mereka sedang memeriksa lebih detail hal tersebut.

“Kami sedang mengecek bagaimana inhibitor pos pemeriksaan kekebalan dan obat-obatan tertentu merespons lebih kuat dalam kombinasi dengan perawatan yang lainnya, seperti kemoterapi atau radiasi, yang memengaruhi sel-sel kekebalan pasien Covid-19 serta pasien dengan Covid-19 dan kanker,” katanya,

Hudock dan Weatherford menambahkan data awal mereka menunjukkan bahwa obat anti-diabetes dan metformin, dapat mengurangi produksi protein sitokin oleh sel-sel kekebalan tubuh pada pasien dengan infeksi virus corona baru.

Namun demikian, mereka juga mengingatkan bahwa ini masih merupakan penemuan awal. Diperlukan penelitian tambahan dan lebih lanjut untuk memastikan keandalan dan keamanan proses terkait komplikasi yang bisa ditimbulkan pada pasien Covid-19 dan kanker.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top