Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Air Sterilizator Karya Dosen Undip Ini Diklaim Bisa Bunuh Corona

Filter udara berbasis sinar ultraviolet karya dosen Undip ini bisa digunakan setiap saat dan disebut tidak membahayakan manusia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  14:15 WIB
Ilustrasi - covid19.kemkes.go.id
Ilustrasi - covid19.kemkes.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Sinar ultraviolet selama ini diketahui bisa membunuh virus dan telah digunakan dalam sterilisasi air di seluruh dunia.

Berdasarkan hal itu, dosen epidemiologi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang membuat alat sterilisasi udara berbasis sinar ultraviolet. Alat ini diyakini bisa membunuh virus Corona.

Alat sterilisasi udara buatan dosen program pascasarjana Undip Budi Laksono tersebut mulai dibuat pada Maret 2020 dan dinamai Air Sterilizator BC19.

"Virus ini tidak perlu kita filtrasi, tapi kita matikan dengan sinar [ultraviolet]," kata Budi dalam acara diskusi virtual yang diikuti dari Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Budi menambahkan, ultraviolet (UV) efektif untuk membunuh virus dan telah digunakan dalam sterilisasi air di seluruh dunia.

Alat sterilisasi udara berbasis sinar ultraviolet dibuat Budi dengan menggunakan lampu, kipas angin, filter, kayu, dan paku.

Tabung ultraviolet dimasukkan ke dalam kotak kayu bersama kipas angin dan filter.

Kipas angin akan mengisap udara dari luar ke dalam kotak. Udara yang masuk akan melewati sinar ultraviolet yang ada di dalam kotak dan keluar dari kotak dalam keadaan sudah bersih dari virus.

"Lewatnya udara ke dalam boks ultraviolet itu otomatis udara akan mengalami sterilisasi sehingga udara yang keluar dari boks itu, virus-virusnya sudah pada mati," kata Budi.

Dengan alat sterilisasi berkapasitas lima liter per menit, ujar Budi, ruangan seluas 54 meter persegi dapat disterilkan dalam waktu sekitar 10 menit. 

Menurut Budi alat sterilisasi itu aman digunakan sepanjang hari bahkan ketika ada orang di dalam ruangan.

"Kalau ada orang di dalam ruangan itu alat ini bisa menyala terus karena ini dia ultraviolet tapi dia dalam satu boks jadi tidak keluar itu cahaya," kata Budi.

"Justru selama orang itu ada di kantor alat ini harus menyala karena ketika di kantor itu ada orang yang OTG (orang tanpa gejala) otomatis udara langsung disterilkan," tambah Budi.

Budi menjelaskan, alat sterilisasi dengan kapasitas 10 liter per menit memiliki ukuran panjang 120 cm, lebar 35 cm, dan tinggi 35 cm serta membutuhkan daya kurang lebih 90 watt.

"Jadi hemat tetapi manfaat," katanya.

Mengenai biaya pembuatan, Budi menjelaskan, alat sterilisasi udara berbasis sinar ultraviolet tipe 0,5 meter kubik per menit biaya produksinya Rp600 ribu sampai Rp700 ribu.

Jika dibandingkan dengan alat sterilisasi udara HEPA filter yang juga berfungsi sebagai penyaring debu, menurut Budi, alat sterilisasi udara berbasis UV harganya jauh lebih rendah dan perawatannya juga lebih mudah.

"Maintenance (perawatan) lebih ringan karena ini tidak ada kejenuhan filter, kalau filter HEPA setiap debu-debu nempel maka setiap saat dibersihkan dan pada titik tertentu ada kejenuhan," kata Budi.

Budi mengatakan alat sterilisasi berbasis UV buatannya bisa dibeli melalui Yayasan Wahana Bakti yang dia bentuk. Budi membuka lebar pintu kerja sama dengan pihak lain, termasuk industri, yang ingin memproduksi alat sterilisasi berbasis UV karyanya secara massal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top