Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selama Pandemi, Jangan Biarkan Anak Tidur Larut Malam. Ini Alasannya

Banyak orang tua kewalahan dan kelelahan setelah bekerja, e-teaching, dan merawat anak-anak 24-7.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  16:25 WIB
Ilustrasi anak tidur
Ilustrasi anak tidur

Bisnis.com, JAKARTA -- Orang tua, disarankan untuk tidak membiarkan anaknya begadang atau tidur larut selama pandemi corona.

Banyak orang tua kewalahan dan kelelahan setelah bekerja, e-teaching, dan merawat anak-anak 24-7.

Dikutip dari Pyschology Today, Selasa (21/7/2020), Sebuah survei yang dilakukan oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa 46% orang tua mengatakan tingkat stres rata-rata mereka terkait pandemi virus corona tinggi.

Akhirnya kebanyakan orang tua membiarkan anak,-anaknya melakukan apapun, termasum begadang.

Padahal hal itu akan menambah beban orang tua. Pasalnya, anak-anak tidak bisa menangani emosi dengan baik ketika mereka tidak cukup tidur. Sebuah studi eksperimental baru-baru ini menunjukkan bahwa tidur malam yang tidak memadai mengubah beberapa aspek kesehatan emosional anak-anak, termasuk cara mereka mengalami, mengatur, dan mengekspresikan emosi mereka.

Setelah kurang tidur, "perubahan buruk" diamati pada pengaruh anak-anak, rangsangan emosional, ekspresi wajah, dan regulasi emosi.

Ketika disajikan dengan sesuatu yang positif, anak-anak tidak menjadi bersemangat dan tidak tampak bahagia. Para peneliti menekankan bahwa tidur yang buruk sering "meluap-luap" ke dalam kehidupan sosial dan emosional anak-anak sehari-hari, membuat mereka lebih sulit diatur.

Sekarang, saat pandemi mendera, anak-anak harus mampu menangani emosi mereka. Banyak yang mengalami serangkaian "perasaan" terkait dengan perubahan hidup dari COVID-19. Survei Save the Children menemukan bahwa dari 1.500 rumah tangga yang disurvei hasilnya adalah sebagai berikut:

1. 52% anak mengatakan mereka merasa bosan di rumah
2. 49% khawatir tentang orang yang dicintai menangkap COVID-19 34% merasa takut
3. 27% merasa cemas
4. 22% merasa tidak bahagia Anak-anak berduka karena kehilangan kehidupan lama mereka, kenormalan, kegiatan, sekolah, dan bisa menghabiskan waktu (nyata) dengan teman dan keluarga besar.

Mereka merasakan tekanan ekonomi dan sosial orang tua mereka. Sekarang adalah waktunya untuk tidur lebih awal. Membantu anak-anak mendapatkan tidur yang cukup adalah salah satu cara paling sederhana untuk meningkatkan kesehatan emosional mereka dan membantu mereka mengatasinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top