Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengenal Autoimun pada Anak

Jika anak Anda memiliki masalah autoimun, banyak tergantung pada mencari tahu apa itu dan kemudian melakukan perawatan pada anak Anda sesegera mungkin.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  11:12 WIB
Ilustrasi - Webmd
Ilustrasi - Webmd

Bisnis.com, JAKARTA -- Penyakit autoimun pada anak jarang terjadi. Ketika terjadi, mereka bisa sulit untuk didiagnosa dan sulit diobati. Jika anak Anda memiliki masalah autoimun, banyak tergantung pada mencari tahu apa itu dan kemudian melakukan perawatan pada anak Anda sesegera mungkin.

Dr. Nurul Iman Nilam dari RSAB Harapan Kita mengatakan bahwa autoimun dapat menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Autoimun pada anak ada yang ringan dan berat yang bisa menimbulkan kematian sehingga perlu deteksi dini.

“Organ yang bisa diserang semuanya mulai dari paru-paru ginjal, pencernaan dan lainnya. Penyebabnya tidak bisa disebut keturunan. Ada genetik tapi lebih ke pengaruh gaya hidup misalnya polusi, toksin, infeksi virus, parasit dan hormonal dari pasien sendiri dan gaya hidup misal terpapar rokok, minuman keras. Persentase dari angka kejadian, penelitian dan laporan genetik 5 persen. selebihnya faktor lingkungan dan gaya hidup,” ujarnya dalam Talkshow Keluarga Sehat Radio Kesehatan, Rabu (22/7/2020).

Dia menuturkan bahwa gejalanya ada lesi berbentuk bulat kemerahan, lesi di mata kaki, sariawan, atau putih-putih di langit-langit mulut, pegal, arthritis atau nyeri di daerah persendian, peradangan di selaput paru-paru sehingga nyeri saat menarik bernapas.

“Ada beberapa gejala konstitusional yang perlu diperhatikan orang tua pada anaknya misalnya terdapat gejala tersebut bunda harus membawa si kecil ke dokter.Apakah jari tangan pucat, pernah mengalami sariawan lebih dr 2 minggu? pernah mengalami anemia? Kalo pendarahan apakah lama? Apa pernah ada ruam kemerahan yang berbentuk kupu-kupu di daerah pipi? Apakah ada demam? Sering nyeri dada? Apakah sering merasa lelah padahal cukup beristirahat?apakah sensitif terhadap sinar matahari? Itu bisa mendeteksi autoimun seseorang,” paparnya.

Vitamin D memiliki banyak efek mendalam pada sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D diketahui terkait dengan perkembangan penyakit autoimun. Sehingga Vitamin D adalah suplemen yang pas dikonsumi oleh pasien penderita autoimun. Vitamin D tidak hanya didapat dari suplemen, juga bisa dari makanan, minuman dan juga sinar matahari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak autoimun
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top