Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Kalimat yang Tidak Boleh Dikatakan Pada Anak

Tanda disadari, sebagian orangtua sering sekali mengeluarkan kalimat-kalimat kepada anak, yang berdampak pada kondisi psikis anak.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  15:39 WIB
Ilustrasi ibu dan anak remaja - istimewa
Ilustrasi ibu dan anak remaja - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai orang tua, kita semua tahu bahwa kesabaran adalah kunci untuk pengasuhan anak yang sehat. Tetapi kadang-kadang harapan masyarakat, tekanan kerja dan pekerjaan rumah tangga membuat kita menjadi orang tua yang kehilangan kedamaian pikiran.

Terkadang dalam situasi seperti itu, kita cenderung mengatakan hal-hal kepada anak-anak kita yang seharusnya tidak kita lakukan. Mengatakan hal-hal tertentu kepada anak-anak Anda yang mungkin Anda rasakan normal sebenarnya dapat berdampak negatif pada pikiran mereka.

Dikutip dari Times of India, Rabu (22/7/2020), Berikut adalah lima hal yang sering Anda katakan anak Anda tetapi Anda tidak boleh:

1. Cepat!

Kebanyakan anak sangat lambat dalam hal bersiap-siap untuk sekolah atau ketika mereka berada di bawah tekanan waktu untuk melakukan sesuatu. Tetapi tidak peduli seberapa lambat anak-anak Anda, mendorong mereka hanya akan membuat mereka lebih stres. Berteriak pada mereka akan membuat mereka lebih bersalah dan tidak akan memotivasi anak untuk melakukan sesuatu lebih cepat.

Anda dapat mempercepat berbagai hal dengan menjadikannya permainan seperti, 'mari kita lihat siapa yang mencapai pintu pertama'. Ini juga akan mengajarkan anak Anda pentingnya kolaborasi.

2.Tinggalkan Saya Sendiri

Kita semua perlu istirahat tetapi mengatakan bahwa langsung kepada anak Anda dapat membuat mereka merasa Anda menyikatnya dan mereka mungkin merasa bahwa tidak ada gunanya berbicara dengan Anda. Anda dapat mencoba cara lain untuk memberi tahu mereka jika Anda memerlukan waktu-saya.

Seperti Anda dapat memberi tahu mereka bahwa Anda memiliki sesuatu yang penting untuk dilakukan dan Anda akan bermain dengan mereka setelah Anda menyelesaikannya. Pastikan untuk memenuhi janji yang Anda buat setelah Anda merasa lebih baik.

3. Kenapa Kamu Tidak Bisa Seperti Kakakmu/Adikmu/Temanmu?

Kita semua bersalah membandingkan anak-anak kita dengan anak-anak lain di sekitar mereka. Meskipun ini juga sedikit alami tetapi setiap kali Anda melakukannya pastikan anak-anak Anda tidak mendengarkan Anda. Ketika Anda memberi tahu anak-anak Anda untuk menjadi seperti orang lain, itu mendorong persaingan yang tidak sehat. Dengan mengucapkan kata-kata seperti itu, Anda menunjukkan bahwa keinginan Anda anak Anda seperti orang lain, yang dapat menyakiti mereka.

Sebaliknya, pujilah anak Anda dan dorong dia untuk melakukan yang lebih baik atau apa yang Anda ingin dia lakukan. Penguatan positif adalah alat yang ampuh dalam membentuk anak-anak Anda seperti yang Anda inginkan.

4. Jangan Menangis

Berapa kali Anda meminta anak Anda untuk tidak menangis ketika mereka terluka atau kesal tentang sesuatu. Dengan melakukan ini, Anda hanya membatalkan dan mengabaikan perasaannya. Ini membuat anak Anda merasa bahwa mereka harus menghilangkan perasaan mereka, yang dapat menyebabkan ledakan yang lebih eksplosif. Beri tahu anak-anak Anda bahwa menangis adalah hal yang baik.

5. Saat Seusiamu Saya Sudah Bisa Melakukan Itu

Semua anak berkembang dengan laju yang berbeda. Membandingkannya dengan diri sendiri hanya akan membuat mereka merasa telah mengecewakan Anda. Menghargai upaya anak Anda adalah cara terbaik untuk mendorong mereka dan membuat mereka melakukan apa yang Anda inginkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak Virus Corona perkembangan mental anak
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top