Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

FDA Catat Lebih dari 75 Merek Hand Sanitizer Berpotensi Bahaya

FDA juga menyebut bahwa banyak perusahaan yang menggunakan alkohol yang tidak aman dalam produk mereka. Lembaga itu juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak menggunakan produk dengan kandungan tersebut.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  15:29 WIB
Membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.  - ANTARA
Membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - The US Food and Drug Administration (FDA) telah memperluas daftar produk pembersih tangan (hand sanitizer) yang berpotensi mematikan.

Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat itu memperingatkan perusahaan yang berbasis di Meksiko tentang penjualan produk yang mengandung metanol, sebuah bentuk alkohol berbahaya yang dapat meracuni orang melalui kulit.

Dilansir dari CNN, Selasa (28/7) banyak perusahaan anyar telah menjual produk pembersih tangan karena meningkatnya permintaan yang dipicu oleh kekhawatiran infeksi virus corona dan kekurangan produk utama biasa.

Akan tetapi, FDA juga menyebut bahwa banyak perusahaan yang menggunakan alkohol yang tidak aman dalam produk mereka. Lembaga itu juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak menggunakan produk dengan kandungan tersebut.

“Sebuah surat peringatan telah dikeluarkan untuk Eskibiochem S.A. de C.V. untuk mendistribusikan produk dengan metanol yang tidak diumumkan, klaim yang tidak setuju dan praktik manufaktur yang tidak tepat,” kata agen FDA dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Komisaris FDA Stephen Hahn menyatakan bahwa konsumen juga perlu waspada dengan pembersih tangan yang digunakan. Untuk urusan kesehatan dan keselamatan, pihaknya mendesak konsumen segera berhenti menggunakan semua pembersih tangan dalam daftar produk berbahaya FDA.

“Kami tetap khawatir tentang potensi risiko serius pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung metanol. Memproduksi, mengimpor, dan mendistribusikan pembersih tangan beracun merupakan ancaman serius bagi masyarakat dan tidak akan ditoleransi,” katanya.

“FDA akan mengambil tindakan tambahan seperlunya dan akan terus memberikan informasi terbaru tentang masalah ini untuk kesehatan dan keselamatan konsumen,” imbuhnya.

Pada awal bulan Juli ini, FDA menyebut setidaknya ada empat orang meninggal dunia di New Mexico setelah dilaporkan meminum produk pembersih tangan. Alkohol isopropil yang biasanya digunakan untuk pembersih tangan tidak beracun seperti metanol, tapi FDA tidak merekomendasikan dikonsumsi.

Lembaga itu mengatakan bahwa paparan metanol dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, kebutaan permanen, kejang, koma, kerusakan permanen pada sistem saraf, hingga fatal yang menyebabkan kematian.

FDA telah memperingatkan penggunaan lebih dari 75 produk pembersih tangan yang berbeda karena mengandung etanol. Dalam kebanyakan kasus, metanol tidak muncul pada label produk, tetapi itu bukkan bahan yang dapat diterima dalam obat apapun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona hand sanitizer
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top