Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabar Baik, Obat 1.000 Tahun Lalu Bisa Jadi Antibiotik Potensial

Ramuan alami berusia 1.000 tahun telah menunjukkan potensi kemampuan antibakteri, dengan potensi riil untuk mengobati infeksi kaki dan kaki diabetik.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  13:08 WIB
Resep ramuan berusia 1.000 tahun bisa digunakan untuk obat-obatan, salep, dan antibiotik. - ilustrasi
Resep ramuan berusia 1.000 tahun bisa digunakan untuk obat-obatan, salep, dan antibiotik. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Resistensi antibiotik adalah nyata, dengan perkiraan menghasilkan 10 juta kematian per tahun pada 2050 mendatang. Para ilmuwan terus mencari cara alternatif untuk menghadirkan antibiotik.

Dalam upaya tersebut, tim penelitian Inggris telah menemukan beberapa harapan di tempat yang tak terduga, sebuah naskah kuno abad pertengahan.

Penemuan itu adalah obat alami berusia 1.000 tahun yang dibuat dari bawang, bawang putih, anggur, dan garam empedu. Obat telah menunjukkan potensi kemampuan antibakteri, dengan potensi riil untuk mengobati infeksi kaki dan kaki diabetik.

Ini dikenal dengan nama Bald’s Eyesalve, perawatan yang memiliki potensi mengatasi infeksi biofilm -  komunitas bakteri yang melawan antibiotik – membuat mereka jauh lebih sulit untuk diobati. Infeksi biofilm diperkirakan menelan biaya sekitar 1 miliar pound tiap tahun di Inggris.

Adapun, ramuan abad pertengahan ini pertama kali diidentifikasi sebagai bantuan potensial dalam pertempuran melawan superbug pada 2015, dan studi terbaru dalam jurnal Scientific Reports telah menjelaskan lebih lanjut tentang cara kerja dan bagaimana itu bisa diterapkan.

“Ini adalah pekerjaan berat yang sangat terperinci untuk mencari tahu lebih banyak informasi dan melihat apakah itu benar-benar dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat secara klinis,” kata Freya Harrison, ahli mikrobiologi di School of Life Sciences di University of Warwick, seperti dikutip CNN, Rabu (29/7/2020).

Dia menambahkan bahwa obat itu memiliki potensi untuk mengobati infeksi kaki diabetik, yakni infeksi biofilm yang memiliki ketahanan sangat tinggi terhadap antibiotik. Penyakit ini telah menjadi beban kesehatan dan ekonomi yang besar karena sulit diobati.

resep ramuan untuk obat-obatan, salep, dan perawatan yang ada di Bald’s Leechbook

Resep ramuan untuk obat-obatan, salep, dan perawatan yang ada di Bald’s Leechbook

Teks Medis Awal

Ramuan itu termasuk di antara resep untuk obat-obatan, salep, dan perawatan yang ada di Bald’s Leechbook, sebuah buku kulit Inggris kuno yang ada di British Library. Ini adalah salah satu teks medis paling awal yang diketahui.

“Ketika Anda membacanya sebagai ahli mikrobiologi, Anda berpikir bahwa itu harus melakukan sesuatu karena setiap bahan memiliki aktivitas antibakteri ketika mengujinya dalam tabung reaksi. Sepertinya itu masuk akan untuk disatukan,” kata Harrison.

Dia melanjutkan bahwa ramuan itu sangat jelas menargetkan infeksi bakteri, dan itu tertera pada deskripsi gejala yang ada di dalam buku. Akhirnya para peneliti mulai membuat campuran menggunakan bawang putih dan merah, anggur, dan garam empedu yang berasal dari perut sapi.

Proyek Penelitian

Proyek penelitian muncul secara kebetulan setelah Harrison, yang memiliki minat terhadap sejarah abad pertengahan mendengar tentang buku tersebut. Dia bekerja sama dengan rekannya Christina Lee, seorang spesialis bahasa Inggris kuno di University of Nottingham.

Harrison menyebut bahwa dia juga tak menyangka apa yang dilakukannya itu bakal mendapatkan dana penelitian karena hanya menganggapnya sebagai bagian mikrobiologi yang menarik. Dia menerangkan bahwa menyisir buku-buku sejarah penyembuhan bukan sesuatu yang baru.

Misalnya saja Artemisinin, obat malaria yang berasal dari tanaman apsintus, ditemukan oleh seorang peneliti China bernama Tu YouYou setelah menjelajahi teks-teks China kuno. Harrison menyebut buku Bald’s juga mencatat obat serupa.

resep ramuan 1000 tahun untuk obat-obatan, salep, dan perawatan yang ada di Bald’s Leechbook,

Obat Modern

Antibiotik telah mendukung pengobatan modern dan jika mereka kehilangan keefektifannya, prosedur medis seperti pembedahan dan kemoterapi bisa menjadi berbahaya. Antibiotik bisa kehilangan kemampuan lantaran bakteri dan virus yang terus menyesuaikan diri.

Sementara itu, ilmuwan menyebut ada sejumlah potensi untuk antibiotik baru dan perawatan alternatif. Target yang dikaji termasuk zat yang digunakan sehari-hari seperti madu dan cuka hingga sumber yang tidak biasa seperti darah komodo.

Pendekatan lainnya adalah menggunakan virus untuk menargetkan bakteri yang telah mengakali antibiotik yang ada. Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa obat bisa berupa campuran produk alami, bukan senyawa tunggal.

Tim juga telah menguji keamanan campuran dan penelitian pendahuluan yang akan segera dirilis, menunjukkan profil keamanan yang menjanjikan. Langkah selanjutnya adalah mengkarakterisasi campuran secara kimia dan memulai pengujian pada kulit manusia.

Harrison menyatakan sifat meneliti kombinasi bahan, daripada tanaman atau senyawa tunggal, dapat membuat proses pengembangan dan persetujuan peraturan membutuhkan lebih banyak waktu. Dia berharap dalam beberapa tahun mendatang sudah ada gagasan yang lebih baik tentang hal ini.

“Penting untuk mengetahui bahwa antimikroba yang menarik dan potensial akhirnya gagal diterjemahkan ke dalam suatu produk. Jadi kita harus sangat realistis dan melakukan banyak pekerjaan terperinci untuk melihat kegunaannya,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat antibiotik obat tradisional Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top