Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Paru-Paru Rusak akibat Covid-19 bisa Ditransplantasi

Transplantasi atau cangkok paru-paru dianggap menjadi solusi bagi pasien Virus Corona  atau Covid-19 yang masuk dalam masa kritis dengan kerusakan paru-paru parah.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  12:13 WIB
Ilustrasi paru - livescience
Ilustrasi paru - livescience

Bisnis.com, JAKARTA - Transplantasi atau cangkok paru-paru dianggap menjadi solusi bagi pasien Virus Corona  atau Covid-19 yang masuk dalam masa kritis dengan kerusakan paru-paru parah.

Dilansir dari Insider, Sabtu (1/8/2020), Dr. Ankit Bharat, seorang ahli bedah toraks dan direktur bedah dari Northwestern Medicine Lung Transplant Program, mengatakan tidak ada pasien yang akan hidup jika transplantasi tidak dilakukan. Namun, transplantasi disarankan untuk pasien Corona yang berusia muda dan paru-parunya rusak akibat infeksi virus ini.

Selain itu, transplantasi juga dikhususkan bagi pasien yang memiliki kondisi medis mendasar lainnya."Transplantasi paru-paru bukan untuk setiap pasien dengan Covid-19, tetapi itu menawarkan beberapa pasien yang sakit kritis pilihan lain untuk bertahan hidup," ujarnya

Adapun Ankit behasil melakukan transplantasi paru-paru terhadap Mayra Ramirez, pasien Covid-19 berusia 28 tahun asal Chicago yang menjadi orang pertama yang menerima transplantasi paru-paru di Amerika Serikat . 

Ramirez mengatakan kepada The New York Times bahwa dia mengidap virus corona kemungkinan pada April, meskipun telah menjaga jarak sosial dan bekerja dari rumah. Akan tetapi dia memiliki kondisi autoimun dan menggunakan imunosupresan yang mungkin membuatnya rentan terhadap coronavirus.

Pada akhir April Ramirez datang ke rumah sakit dan dokter langsung memasang ventilator untuk membantunya bernapas. Namun bahkan setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, paru-parunya sangat rusak sehingga dokter menempatkannya dalam daftar transplantasi. 

Kondisi paru-paru Ramirez penuh lubang dan luka. Hingga akhirnya pada ertengahan Juni Ramirez menjalani operasi transplantasi selama 10 jam.

"Aku memandang diriku sendiri dan tidak bisa mengenali tubuhku. Saya tidak memiliki kemampuan kognitif untuk memproses apa yang sedang terjadi, yang saya tahu adalah bahwa saya ingin air," cerita Ramirez ketika dia selesai menjalani operasi transplantasi paru-paru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paru-paru Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top