Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berapa Lama Tidur yang Dibutuhkan Anak

Berikut adalah beberapa pedoman umum dikutip dari Web MD,
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  15:23 WIB
Bayi sedang tidur
Bayi sedang tidur

Bisnis.com, JAKARTA -- Jumlah tidur yang dibutuhkan anak bervariasi tergantung pada individu dan faktor tertentu, termasuk usia anak.

Berikut adalah beberapa pedoman umum dikutip dari Web MD, Kamis (6/8/2020):

- 1-4 Minggu: 15 - 16 jam per hari

Bayi baru lahir biasanya tidur sekitar 15 hingga 18 jam sehari, tetapi hanya dalam waktu singkat dua hingga empat jam. Bayi prematur mungkin tidur lebih lama, sementara bayi kolik mungkin tidur lebih sedikit.

Karena bayi baru lahir belum memiliki jam biologis internal, atau ritme sirkadian, pola tidur mereka tidak terkait dengan siklus siang dan malam. Faktanya, mereka cenderung tidak memiliki banyak pola sama sekali.

-1-4 Bulan: 14 - 15 jam per hari

Pada usia 6 minggu, bayi Anda mulai sedikit tenang, dan Anda mungkin melihat pola tidur yang lebih teratur muncul. Periode tidur terlama selama empat hingga enam jam dan sekarang cenderung terjadi lebih teratur di malam hari. Kebingungan siang-malam berakhir.

-Usia 4-12 Bulan: 14 - 15 jam per hari

Meskipun ideal hingga 15 jam, kebanyakan bayi hingga usia 11 bulan hanya tidur sekitar 12 jam. Membangun kebiasaan tidur yang sehat adalah tujuan utama selama periode ini, karena bayi Anda sekarang jauh lebih sosial, dan pola tidurnya lebih seperti orang dewasa.

Bayi biasanya memiliki tiga kali tidur siang dan turun menjadi dua pada usia sekitar 6 bulan, pada saat itu (atau lebih awal) mereka secara fisik mampu tidur sepanjang malam. Membangun tidur teratur biasanya terjadi pada bagian terakhir dari kerangka waktu ini, ketika ritme biologis menjadi matang. Tidur siang biasanya dimulai pada jam 9 pagi dan berlangsung sekitar satu jam. Tidur siang dimulai antara siang dan 2 siang. dan berlangsung selama satu atau dua jam. Dan tidur siang bisa dimulai dari jam 3 sore. sampai jam 5 sore dan biasanya panjangnya bervariasi.

-1-3 Tahun: 12 - 14 jam per hari

Saat anak Anda bergerak melewati tahun pertama menuju usia 18-21 bulan, ia kemungkinan akan kehilangan tidur siang dan sore hari dan tidur siang hanya sekali sehari. Meskipun balita membutuhkan waktu tidur hingga 14 jam sehari, mereka biasanya hanya tidur sekitar 10 jam

Sebagian besar anak berusia sekitar 21 hingga 36 bulan masih membutuhkan satu kali tidur siang sehari, yang bisa berkisar antara satu hingga tiga setengah jam. Mereka biasanya pergi tidur antara jam 7 malam. dan 9 malam. dan bangun antara jam 6 pagi dan 8 pagi.

-3-6 Tahun: 10 - 12 jam per hari

Anak-anak pada usia ini biasanya tidur antara jam 7 malam. dan 9 malam. dan bangun sekitar pukul 6 pagi dan 8 pagi, seperti yang mereka lakukan ketika mereka masih muda. Pada usia 3 tahun, sebagian besar anak masih tidur siang, sedangkan pada usia 5 tahun sebagian besar tidak. Tidur siang secara bertahap menjadi lebih pendek juga. Masalah tidur baru biasanya tidak berkembang setelah usia 3 tahun.

-7-12 Tahun: 10 - 11 jam per hari

Pada usia ini, dengan kegiatan sosial, sekolah, dan keluarga, waktu tidur berangsur-angsur menjadi lebih lama dan lebih lama, dengan sebagian besar anak usia 12 tahun tidur sekitar pukul 9 malam. Masih ada berbagai waktu tidur, dari 7:30 hingga 10 malam, serta total waktu tidur, dari 9 hingga 12 jam, meskipun rata-rata hanya sekitar 9 jam.

-12-18 Tahun: 8 - 9 jam per hari

Kebutuhan tidur tetap sama pentingnya untuk kesehatan dan kesejahteraan bagi remaja seperti ketika mereka masih muda. Ternyata banyak remaja yang sebenarnya membutuhkan lebih banyak tidur daripada tahun-tahun sebelumnya. Namun, bagi banyak remaja tekanan sosial bisa bersekongkol menentang mendapatkan jumlah dan kualitas tidur yang tepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak tidur
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top