Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

8 Tahap Proses Pembuatan Vaksin Merah Putih

Vaksin yang dikembangkan menggunakan sekuens virus SARS-CoV-2 yang spesifik di Indonesia ini melalui beberapa tahapan sebelum dapat digunakan secara massal. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  11:30 WIB
Tes corona oleh Lembaga Eijkman - dokumentasi lembaga Eijkman
Tes corona oleh Lembaga Eijkman - dokumentasi lembaga Eijkman

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Biologi Molekuler Eijkman tengah mengembangkan vaksin merah putih untuk mencegah virus corona (Covid-19). 

Vaksin yang dikembangkan menggunakan sekuens virus SARS-CoV-2 yang spesifik di Indonesia ini melalui beberapa tahapan sebelum dapat digunakan secara massal. 

Dijelaskan LBM Eijkman dalam akun Twitter @eijkman_inst, tahap 1 mereka melakukan pemetaan genetik virus SARS-CoV-2 di Indonesia. Pada tahap ini, virus yang menjadi bahan dasar penelitian diisolasi dari spesimen pasien dan dilakukan ekstraksi genom RNA penyandi protein virus. 

"Whole Fenomena Sequencing (WGS) dilakukan untuk memetakan sekuen DNA virus," tulis LBM Eijkman dalam postingannya. 

Tahap 2, dilakukan isolasi dan amplifikasi gen S dan N pada virus SARS-CoV-2. Gen yang mengkode protein S (spike protein/ gen S) dan nucleocapsid (gen N) diisolasi dan diperbanyak dengan menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR).

Tahap 3, kloning gen target ke dalam vektor dan verikasi sekuens gen target. Gen target dimasukkan ke dalam vektor dan bila sudah berhasil dimasukkan akan diverifikasi dengan menggunakan teknik sekuensing. 

Tahap 4, memasukkan vektor dengan gen virus SARS-CoV-2 ke dalam sel mamalia. Pada tahap ini vektor dimasukkan ke dalam sel-sel mamalia dengan tujuan untuk mengekspresikan gen target dan menghasilkan antigen. 

Tahap 5, menghasilkan antigen (kandidat vaksin). Antigen adalah zat atau senyawa yang merangsang respon imun (kekebalan tubuh) dengan terbentuknya antibodi. Dalam kondisi yang tepat, sel-sel mamalia dapat menghasilkan antigen virus SARS-CoV-2.

Tahap 6, perbanyakan dan pemurnian antigen. Tujuan dari perbanyakan dan pemurnian ini untuk memperoleh antigen target dalam jumlah besar dan memisahkan/menghilangkan zat atau senyawa yang tidak dibutuhkan dalam pembuatan vaksin, sehingga didapatkan antigen yang murni tidak terkontaminasi zat lain. 

Proses ini biasanya memakan waktu yang lama dan melibatkan banyak pengujian untuk kemurnian.
Tahap 7, uji klinis. Untuk memastikan vaksin berpotensi sesuai harapan, maka vaksin diuji coba pada hewan. Uji ini untuk menilai keamanan kandidat vaksin dan menentukan dosis. 

Selanjutnya masuk tahap uji klinis pada manusia untuk melihat apakah ada efek samping akibat vaksin dan menilai kemanjuran (efikasi) pada populasi uji yang lebih besar. 

Tahap 8, skala produksi vaksin. Setelah melalui tahapan uji klinis dan terbukti berhasil, vaksin diajukan atau didaftarkan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk penilaian sebagai syarat untuk disetujui penggunaannya secara masif. 

"Dan tentu saja setelah dilakukan uji klinis dan lolos dari tahap itu maka baru bisa diproduksi secara massal," tulis LBM Eijkman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin eijkman Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top