Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waspada, Ada Hand Sanitizer Pakai Zat Berbahaya

Baru-baru ini, ditemukan hand sanitizer mengandung metanol (alkohol kayu) yang bisa meyebabkan kebutaan, bahkan kematian.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Agustus 2020  |  07:54 WIB
Membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.  - ANTARA
Membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Hand sanitizer kini telah menjadi kebutuhan sehari-hari saat beraktivitas di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Namun, sebelum Anda membeli dan menggunakan hand sanitizer, sebaiknya cek dahulu kandungannya ataupun komposisinya. Sebab, ada juga produk yang menggunakan bahan berbahaya.

Temuan tersebut diperoleh di Amerika Serikat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan setempat (FDA). FDA menemukan ada perusahaan yang mulai memproduksi cairan pembersih tangan menggunakan bahan-bahan yang dapat membahayakan.

Pada awal Juli, seperti dilansir Medical Daily belum lama ini, ditemukan hand sanitizer yang mengandung metanol (alkohol kayu) yang bisa diserap kulit. Metanol dapat menyebabkan iritasi kulit tetapi karena diserap ke dalam tubuh, dapat juga menyebabkan efek lain, seperti gangguan penglihatan. Jika tertelan, zat ini bisa menyebabkan kebutaan, bahkan kematian.

Selain zat ini, ada juga produk yang menggunakan 1-propanol, di Meksiko misalnya. Jika tertelan, produk berbahan ini bisa menyebabkan gangguan sistem saraf pusat (SSP), yang berujung kematian. Gejala paparan 1-propanol dapat berupa kebingungan, penurunan kesadaran, serta denyut nadi dan pernapasan yang melambat.

Konsumen yang hendak membeli hand sanitizer sebaiknya membaca label kemasan sebelum membelinya, untuk memastikan cairan tersebut memiliki persentase etil alkohol yang tepat agar efektif digunakan.

Pada akhir Juli lalu, FDA mengeluarkan peringatan tentang pembersih tangan yang tidak mengandung cukup etil alkohol (juga disebut etanol) atau alkohol isopropil.

Cairan pembersih tangan harus mengandung setidaknya 60 persen etanol atau alkohol antara 60–95 persen untuk bisa membunuh kuman.

Kemudian, saat pembersih tangan mungkin sulit ditemukan di toko, beberapa orang memilih untuk mencoba membuatnya di rumah. FDA tidak merekomendasikan cara ini karena jika pembersih tidak dibuat dengan benar, bisa mengakibatkan tidak cukup kuat atau mungkin terlalu kuat dan menyebabkan luka bakar pada kulit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips sehat Virus Corona covid-19 hand sanitizer

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top