Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Toxic Relationship, Ini 10 Tips Atasi Trauma

Pernah menghadapi toxic relationship dan Anda bermimpi memiliki hubungan yang sehat dan bahagia, yakinlah bahwa itu masih bisa terjadi.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 29 Agustus 2020  |  11:26 WIB
Ilustrasi - Greatist
Ilustrasi - Greatist

Bisnis.com, JAKARTA - Hubungan yang tidak sehat (toxic relationship) bisa menimbulkan trauma bagi orang-orang yang mengalaminya, bahkan setelah mereka tidak lagi berhubungan dengan pasangannya.

Ada banyak alasan dan pemikiran negatif yang bisa membuat seseorang dengan toxic relation mengalami trauma, yang sebenarnya timbul di pikiran mereka sendiri dan bisa dihindari.

Dilansir dari Bolde, Sabtu (30/8) berikut ini adalah sejumlah alasan atau pikiran yang bisa menjadi hal buruk bagi seseorang dan harus dihindari:

1. Aku tidak layak untuk orang yang lebih baik

Orang yang pernah mengalami toxic relation mungkin berpikir bahwa mereka tidak layak mendapatkan orang yang lebih baik. Pemikiran ini adalah hal yang harus dihilangkan.

Jangan biarkan masa lalu yang terjadi menentukan masa depan. Fakta bahwa kita akhirnya mengeluarkan orang yang toxic tersebut, menunjukkan bahwa Anda telah belajar untuk mendapatkan orang yang lebih baik lagi.

2. Dia benar tentangku

Pemikiran ini juga harus diwaspadai. Orang yang toxic bisa menjadi manipulator. Mereka tahu bagaimana membuat orang lain berpikir bahwa dirinya tidak berharga dan betapa dia sangat penting bagi hidup orang.

Pastikan untuk mengingatkan diri sendiri tentang betapa luar biasanya Anda dan dia adalah orang yang tidak benar. Bukannya tidak peduli tetapi cobalah untuk merubah pandangan.

3. Merasa punya beban dan itu menahan diri sendiri

Ini seringkali dialami oleh orang yang mengalami toxic relation, bahwa mereka merasa punya berbagai beban tentang dirinya dan pasangannya setelah hubungan berakhir.

Akan tetapi ini justru hal yang normal, bahkan dalam hubungan yang baik sekalipun. Orang yang berpisah dengan pasangannya akan merasa punya beban. Coba lah agar tidak menjadikan beban itu sebagai penahan untuk kita move on.

toxic relatonship, trauma pacaran, cara atasinya

4. Merasa depresi dan ada yang salah dengan diri sendiri

Ini juga merupakan hal yang normal dalam sebuah hubungan, merasa sedih dan depresi ketika perjalanan kita berakhir dengan orang lain adalah sesuatu yang wajar.

Merasa tertekan adalah hal yang normal, tetapi jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Cintai diri Anda dan perlakukan diri Anda dengan hati-hati, bahwa dia tidak cukup baik untuk menjadi pasangan yang sesungguhnya.

5. Merasa seharusnya bisa berupaya lebih keras

Orang yang mengalami toxic relation, tak jarang merasa harus mencoba sekuat tenaga untuk memperbaiki pasangannya dan tak jarang pula upaya tersebut gagal. Ini membuat kita akan lebih berupaya dan gagal lagi, ketika dia tidak mengeluarkan upaya yang sama.

Di sini, kita akan terjebak pada lingkaran setan dan merasa bahwa hal tersebut perlu dilakukan terus-menerus. Akan tetapi seharusnya tidak demikian. Anda perlu sadar bahwa yang bisa menyelamatkan dia adalah dirinya sendiri, maka fokuskan diri Anda untuk melakukan apa yang baik bagi diri Anda.

6. Merasa tidak akan bahagia lagi

Ketika sebuah hubungan berakhir, sudah menjadi hal yang umum merasa bahwa seperti ada awan hitam yang menggantung di setiap tindakan yang dilakukan, dan merasa bahwa kita tidak akan pernah merasa bahagia lagi.

Namun, percayalah bahwa perlahan-lahan kebahagiaan itu akan kembali. Justru, Anda telah mengambil langkah besar untuk meninggalkan jurang hubungan yang tidak sehat dan itu adalah upaya yang sangat penting.

7. Merasa akan dihakimi teman

Tidak mudah untuk merasa nyaman di sekitar orang yang dicintai, ketika hubungan yang toxic itu telah berakhir. Kita akan memutus pertemanan dengan orang-orang di sekitar itu.

Akan tetapi, jika mereka adalah teman yang sebenar-benarnya, mereka akan merasa baik-baik saja dengan Anda. Mereka tidak akan menghakimi Anda tapi justru akan mendukung sepenuhnya.

pacaran tidak sehat, cara hindari hubungan tidak sehat

8. Merasa akan terluka lagi

Setelah hubungan yang toxic berakhir, melangkah kembali menjajaki hubungan baru ibarat pergi ke ladang ranjau. Selalu ada ketakutan bahwa kita akan terluka lagi atau menemukan diri terjebak dalam hubungan yang serupa.

Triknya adalah untuk mengambil beberapa waktu jeda dan berkonsentrasi pada diri sendiri. Membangun pikiran dan tindakan yang positif akan menghalangi diri melangkah ke hal-hal yang buruk lagi.

9. Semua pria atau wanita sama saja

Hanya butuh satu apel busuk untuk membuat kita khawatir dan takut dengan seluruh apel yang ada di dalam keranjang. Akan tetapi, jangan biarkan satu orang mendefinisikan semua orang lain yang ada di luar sana.

Tidak mungkin semua orang di dunia ini menjadi orang yang toxic. Cobalah berpikiran terbuka dan memperbaiki diri sendiri, dan Anda akan bisa mengetahui mana orang-orang yang baik untuk diri Anda dan mana yang tidak.

10. Melakukan semuanya saat ini dan merasa tidak punya masa depan

Melakukan hal yang membuat bahagia setelah putus dengan pasangan yang toxic bukan hal yang salah. Bahkan hal tersebut rasanya perlu dilakukan.

Namun, bukan begitu dengan sisi masa depan yang dimiliki. Jika Anda bermimpi memiliki hubungan yang sehat dan bahagia, pahamilah bahwa itu masih bisa terjadi. Bukan hal yang mustahil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cinta tips cinta tips bahagia
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top