Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anak Kembali ke Sekolah, Orang Tua Berpotensi Alami Stres

Mereka merasa belajar di rumah perlu banyak adaptasi dan menjadi kurang sosialisasi dengan teman sebayanya.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  18:32 WIB
Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)
Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)

Bisnis.com, JAKARTA -- Selama belajar di rumah, anak merindukan bertemu teman secara langsung.

Mereka merasa belajar di rumah perlu banyak adaptasi dan menjadi kurang sosialisasi dengan teman sebayanya.

Namun, saat ini banyak sekolah yang akhirnya memutuskan membuka kembali kegiatan belajar di sekolah. Kabar ini mungkin menyenangkan bagi anak, tapi juga membuat stres sebagian orang tua. 

Bagi para orang tua yang anaknya kembali bersekolah secara langsung, ada kekhawatiran lain, meski pemerintah menyatakan kondisi mulai kondusif.

Kekhawatiran selain khawatir tertular covid-19, juga khawatir anak akan kehilangan semangat belajar karena terlalu lama di rumah.

Dikutip dari Pyschologytoday, Senin (31/8/2020), ada beberapa tips bagi orang tua yang bisa dilakukan agar tidak terlalu stres ketika anak mulai belajar di sekolah.

Yang pertama, Anda dapat membantu mereka mempersiapkan diri untuk memaksimalkan pembelajaran mereka dengan membicarakan tentang pengaturan mereka, jadwal mereka, dan dengan memastikan mereka memiliki apa yang mereka butuhkan di lingkungan mereka untuk membantu mereka tetap fokus dan nyaman.

Kita semua tahu bahwa remaja tidak pernah menemukan motivasi dari  omelan orang tua untuk mau belajar.

Mungkin akan lebih sulit untuk membuat anak remaja Anda keluar dari kamar atau dari layarnya sekarang setelah sekolah dimulai. Sekali lagi, pikirkan seperti apa biasanya bulan pertama kembali ke sekolah. Mungkin bukan hal yang aneh jika anak remaja Anda lelah sepulang sekolah, atau bahkan perlu tidur siang, karena mereka menyesuaikan diri dengan jadwal yang lebih awal dan terstruktur.

Beri sedikit waktu dan coba terlibat di mana Anda bisa. Jangan tiba-tiba membuat semua percakapan tentang sekolah atau pekerjaan rumah atau kebutuhan untuk melakukan hal-hal produktif. Alih-alih, coba jelajahi bagaimana mereka mengalami pengalaman baru yang aneh tentang cara sekolah berlangsung. Seperti biasa, Anda tidak akan rugi dengan tetap fokus pada koneksi.

Hubungan Anda dengan anak remaja Anda masih menjadi salah satu prediktor terbaik untuk kesejahteraan emosionalnya. Mereka mungkin tampak menarik diri, tetapi mereka sangat membutuhkan dukungan Anda.

Dengan tetap ingin tahu dan terbuka, dengan mengurangi bicara dan mendengarkan lebih banyak, Anda memiliki alat untuk terus berinvestasi dalam mengembangkan hubungan Anda dengan remaja kita, pandemi atau tidak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

parenting belajar di rumah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top