Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasien Covid-19 Alami Kerusakan Paru Usai Keluar Rumah Sakit

Efek virus corona baru yang berkepanjangan pada kesehatan fisik menjadi hal yang semakin memprihatinkan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 07 September 2020  |  13:05 WIB
Kanker paru - medicinenet.com
Kanker paru - medicinenet.com

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah penelitian baru-baru ini menyatakan bahwa pasien virus corona baru atau Covid-19 yang dirawat di rumah sakit masih mengalami kerusakan paru-paru, sesak napas, dan batuk beberapa minggu setelah dipulangkan.

Efek virus corona baru yang berkepanjangan pada kesehatan fisik menjadi hal yang semakin memprihatinkan. Bahkan bagi mereka yang mengalami Covid-19 ringan, juga dilaporkan adanya gejala berkepanjangan hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah infeksi awal.

Dilansir dari The Guardian, Senin (7/9) para peneliti di Austria telah merilis hasil awal dari studi yang melacak pemulah pasien yang dirawat di rumah sakit karena infeksi virus corona yang parah.

Hasilnya penelitian menunjukkan bahwa 6 minggu setelah meninggalkan rumah sakit, sekitar 88 persen pasien masih menunjukkan tanda-tanda kerusakan paru dan 47 persen mengalami sesak napas. Bahkan hingga 12 minggu, angkanya masih tinggi yakni 56 persen dan 39 persen untuk masing-masing gejala.

“Pasien Covid-19 mengalami kerusakan paru-paru beberapa minggu setelah pemulihan. Kendati seiring berjalannya waktu, perbaikan terus dideteksi,”kata Sabine Sahanic dari University Clinic di Innsbruck, yang juga bagian dari tim penelitian.

Penemuan juga juga menunjukkan bahwa pemulihan dari Covid-19 merupakan proses yang panjang, tapi penyakit baru ini tampaknya tidak memicu peningkatan jaringan parut paru-paru dari waktu ke waktu.

Penelitian ini mengikuti riwayat kesehatan dari 86 pasien virus corona setelah mereka keluar dari rumah sakit. 8 di antaranya merupakan pasien yang pernah berada dalam perawatan intensif. Adapun, usia rata-rata pasien adalah 61 tahun.

Sejumlah informasi yang dipakai termasuk scan, pengukuran fungsi paru, dan pemeriksaan klinis yang dilakukan dua kali, yakni pada 6 minggu setelah keluar rumah sakit dan 12 minggu setelah keluar rumah sakit.

Tim menemukan bahwa masalah kesehatan yang terus menerus muncul pada pasien yang menjalani perawatan intensif dan mereka yang tidak atau hanya mengalami gejala penyakit Covid-19 ringan.

Di antara temuan itu, volume paru=paru yang tersedia untuk bernapas kurang dari 80 persen dari apa yang diharapkan terjadi pada rata-rata orang. Selain itu, ditemukan juga tanda-tanda kerusakan jantung dalam sejumlah kasus.

Sementara kerusakan paru-paru saat keluar lebih parah bagi mereka yang menjalani perawatan intensif, tim menemukan bahwa pasien menunjukkan tingkat perbaikan yang sama pada kerusakan paru-paru dari waktu ke waktu.

Sahanic mencatat dampak jangka panjang Covid-19 bukan hal yang mengejutkan, karena penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa orang yang selamat dari SARS memiliki masalah jangka panjang, “30 persennya menunjukkan kelainan struktural paru-paru beberapa bulan setelah infeksi,” katanya.

Sahanic dan timnya saat ini sedang melanjutkan penelitian untuk melihat dampak dari virus corona baru dalam jangka waktu yang lebih panjang, yakni sekitar 24 minggu, apakah gejala berkepanjang ini masih ada hingga waktu yang cukup lama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paru-paru Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top